Hari Ini Harga Emas Melemah, Aksi Ambil Untung Investor

ilustrasi emas

Jakarta|EGINDO.co Harga hari emas hari ini, Selasa (17/10/2023) berisiko melemah seiring adanya aksi ambil untung investor usai harga logam kuning tersebut melesat lebih dari US$100 sepanjang pekan lalu. Meski begitu, dalam rentang yang lebih panjang, harga emas berpeluang mencapai level US$2.000 tersengat perang antara Hamas dan israel.

Tim riset Monex Investindo Futures mengatakan, aksi profit taking membuat harga emas turun US$12,59 ke 1.919,99 per troy ons pada perdagangan Senin (16/10) kemarin. Meski begitu, Perang antara Hamas dan Israel di Gaza yang berisiko meluas mampu menjaga harga emas dari penurunan tajam. Bahkan banyak yang memprediksi harga emas bisa mencapai US$2.000 per troy ons dalam beberapa pekan ke depan.

Selain itu data yang dirilis dari Amerika Serikat (AS) menunjukkan melemahnya perekonomian. Data purchasing managers’ index (PMI) manufaktur wilayah New York dilaporkan minus 4,6 pada Oktober dari bulan sebelumnya 1,9.

Baca Juga :  Hari Ini SIM Keliling Ada Di Lima Lokasi

Angka negatif menjadi indikasi kondisi yang memburuk, sehingga semakin meyakinkan pelaku pasar jika bank sentral AS (The Fed) tidak akan menaikkan suku bunga lagi.

“Meski masih mendapat sentimen positif, tetapi harga emas juga masih dibayangi aksi profit taking pada perdagangan sesi Asia Selasa (18/10.2023),” ujar Monex.

Harga emas turun pada hari Senin setelah kenaikan yang solid di sesi sebelumnya, namun logam safe-haven bertahan di atas level penting US$1.900 per ounce karena meningkatnya konflik di Timur Tengah membuat investor tetap gelisah.

“Kami hanya melihat beberapa konsolidasi yang sehat dari kenaikan baru-baru ini… hanya beberapa aksi ambil untung normal yang dilakukan para pedagang berjangka jangka pendek,” kata Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals, sebagaimana dikutip Reuters.

Baca Juga :  Hari Ini Pelayanan SIM Keliling Di Jakarta

“Kita menghadapi situasi geopolitik yang serius di Timur Tengah, saya pikir harga emas akan bergerak miring ke atas di sini dalam beberapa minggu ke depan dengan nilai US$2.000 yang mungkin terjadi,” tambahnya.

Emas, yang digunakan sebagai investasi aman selama masa ketidakpastian politik dan keuangan, telah meningkat lebih dari US$100 sejak jatuh ke level terendah dalam tujuh bulan pada 6 Oktober, karena masuknya arus masuk safe-haven ketika konflik Israel-Hamas memasuki hari ke-10.

Para pejabat AS memperingatkan bahwa perang antara Israel dan kelompok militan Hamas dapat meningkat, ketika kapal perang AS menuju ke wilayah tersebut di tengah meningkatnya bentrokan di perbatasan utara Israel dengan Lebanon.

Baca Juga :  Brent Tergelincir Menuju $80/Bbl Jelang Pertemuan OPEC+

Sementara investor menunggu informasi lebih lanjut mengenai perang Israel-Hamas, pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell akhir pekan ini juga akan diawasi dengan ketat untuk mendapatkan kejelasan lebih lanjut mengenai jalur suku bunga AS.

Pasar memperkirakan sekitar 90% kemungkinan bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pertemuan kebijakan mereka bulan depan, menurut alat CME FedWatch. Sementara pedagangan logam lainnya seperti perak spot turun 0,4% menjadi US$22,6 per ounce. Platinum naik sekitar 1,2% menjadi US$891,53 dan paladium tidak berubah pada $1,147.62.

“Permintaan investasi perak lesu namun dapat menarik perhatian investor karena ketegangan geopolitik. Kami melihat permintaan fisik di Tiongkok dan India memperkuat keyakinan bullish kami,” tulis analis ANZ dalam sebuah catatan.

Sumber: Bisnis.com/Sn

Bagikan :