Harga Minyak Stabil Sementara Pasar Menunggu Tarif Baru AS

Harga Minyak Stabil
Harga Minyak Stabil

New York | EGINDO.co = Harga minyak stabil pada hari Rabu setelah jatuh pada sesi sebelumnya karena kekhawatiran tarif baru AS yang akan diumumkan pada hari itu dapat memperdalam perang dagang global yang dapat membatasi permintaan minyak mentah.

Harga minyak mentah Brent turun 2 sen menjadi $74,47 per barel pada pukul 00.16 GMT setelah turun 0,4 persen pada hari Selasa. Harga minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 1 sen menjadi $71,21 setelah turun 0,4 persen. Harga naik ke level tertinggi dalam lima minggu pada hari Senin.

Gedung Putih pada hari Selasa mengonfirmasi bahwa Presiden Donald Trump akan mengenakan tarif baru pada hari Rabu, meskipun tidak memberikan rincian tentang ukuran dan ruang lingkup hambatan perdagangan.

Baca Juga :  Peninggalan PD II Yang Belum Meledak Dipindahkan Dari Ang Mo Kio

Selama berminggu-minggu, Trump telah menggembar-gemborkan tanggal 2 April sebagai “Hari Pembebasan,” yang akan membawa bea baru yang dapat mengguncang sistem perdagangan global.

Pengumuman Gedung Putih dijadwalkan pada pukul 4 sore ET (20.00 GMT).

Penurunan tersebut diimbangi oleh ancaman Presiden AS Donald Trump untuk mengenakan tarif sekunder pada minyak Rusia, dan saat ia meningkatkan sanksi terhadap Iran pada hari Senin sebagai bagian dari kampanye “tekanan maksimum” pemerintahannya untuk memangkas ekspornya. Pada hari Minggu, Trump mengancam akan “membom” Iran jika negara itu tidak membuat kesepakatan mengenai program senjata nuklirnya.

Selain itu, persediaan bahan bakar minyak AS menggambarkan gambaran yang beragam tentang penawaran dan permintaan dari produsen dan konsumen terbesar di dunia.

Baca Juga :  Diselidiki Perusahaan Crypto Atas Dugaan Pelanggaran

Persediaan minyak mentah AS naik sebesar 6 juta barel dalam minggu yang berakhir pada tanggal 28 Maret, menurut sumber, mengutip American Petroleum Institute. Namun, persediaan bensin turun sebesar 1,6 juta barel dan stok sulingan turun sebesar 11.000 barel, kata sumber tersebut.

Data persediaan minyak mentah AS resmi dari Energy Information Administration akan dirilis pada hari Rabu.

Para investor juga menantikan hari Kamis, ketika para menteri OPEC+ dari delapan negara yang secara bertahap meningkatkan produksi minyak dijadwalkan bertemu secara daring dan kemungkinan akan menyetujui kenaikan produksi lebih lanjut mulai bulan Mei, sumber dari kelompok produsen tersebut mengatakan kepada Reuters.

Sumber : CNA/SL

Bagikan :
Scroll to Top