Jakarta|EGINDO.co Pergerakan harga emas perhiasan di pasar domestik kembali menunjukkan koreksi pada perdagangan Selasa, 24 Maret 2026. Penyesuaian ini terjadi di tengah dinamika harga emas global yang masih berfluktuasi, sehingga berdampak langsung pada banderol di tingkat ritel.
Sejumlah pelaku usaha emas mencatat adanya penurunan harga jual dibandingkan hari sebelumnya. Namun demikian, harga yang ditawarkan di setiap gerai tidak seragam. Variasi ini umumnya dipengaruhi oleh kadar emas (karat), ongkos produksi, serta kebijakan margin yang diterapkan masing-masing toko.
Berdasarkan pantauan dari dua jaringan penjualan emas, yakni Laku Emas dan Raja Emas, keduanya kompak menurunkan harga pada berbagai kadar. Untuk emas perhiasan 24 karat, Laku Emas mematok harga Rp2.185.000 per gram, sementara Raja Emas berada di level Rp2.020.000 per gram.
Perbedaan harga tersebut mencerminkan karakteristik pasar emas perhiasan yang tidak sepenuhnya terstandarisasi, berbeda dengan emas batangan yang memiliki acuan harga lebih seragam. Oleh karena itu, konsumen diimbau untuk melakukan perbandingan sebelum bertransaksi agar memperoleh harga terbaik sesuai kebutuhan dan kemampuan.
Sejumlah laporan dari media seperti CNBC Indonesia dan Kompas.com juga menyoroti bahwa fluktuasi harga emas domestik sangat dipengaruhi oleh pergerakan harga emas dunia serta nilai tukar rupiah. Ketidakpastian ekonomi global turut menjadi faktor yang menjaga volatilitas harga tetap tinggi dalam jangka pendek.
Dengan kondisi tersebut, emas perhiasan masih dinilai menarik baik untuk konsumsi maupun lindung nilai. Namun, kehati-hatian dalam menentukan waktu dan tempat pembelian menjadi kunci agar transaksi lebih optimal. (Sn)