Jakarta|EGINDO.co Pergerakan harga emas perhiasan di pasar domestik pada Kamis (9/4/2026) menunjukkan tren yang tidak seragam. Sejumlah pelaku usaha mencatat kenaikan harga, sementara sebagian lainnya mengalami penyesuaian turun dibandingkan hari sebelumnya. Dinamika ini mencerminkan kondisi pasar emas yang masih dipengaruhi fluktuasi global serta nilai tukar rupiah.
Emas perhiasan masih menjadi salah satu instrumen yang diminati masyarakat Indonesia. Selain berfungsi sebagai penunjang penampilan, emas juga kerap dipilih sebagai aset lindung nilai (safe haven), terutama di tengah ketidakpastian ekonomi.
Berdasarkan pembaruan harga emas pada pukul 10.00 WIB, harga emas perhiasan mengalami kenaikan pada sejumlah kadar. Berikut daftar harga per gram:
- 24 karat: Rp2.484.000
- 23 karat: Rp2.134.000
- 22 karat: Rp2.041.000
- 21 karat: Rp1.951.000
- 20 karat: Rp1.857.000
- 19 karat: Rp1.763.000
- 18 karat: Rp1.668.000
- 17 karat: Rp1.574.000
- 16 karat: Rp1.480.000
- 15 karat: Rp1.387.000
- 14 karat: Rp1.294.000
- 13 karat: Rp1.201.000
- 12 karat: Rp1.107.000
Pelaku pasar menilai perbedaan harga antar gerai emas dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti biaya produksi, margin penjualan, serta strategi bisnis masing-masing toko. Selain itu, harga emas dunia dan pergerakan kurs rupiah terhadap dolar AS turut menjadi penentu utama.
Sejumlah laporan dari media ekonomi seperti CNBC Indonesia dan Kontan menyebutkan bahwa volatilitas harga emas global masih cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini dipicu oleh ketidakpastian kebijakan suku bunga global serta tensi geopolitik di sejumlah kawasan.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat disarankan untuk lebih cermat dalam memantau harga sebelum membeli emas perhiasan. Bagi investor jangka panjang, fluktuasi harga harian cenderung tidak terlalu berdampak signifikan, selama tujuan investasi tetap berorientasi pada nilai jangka panjang. (Sn)