Harga Emas Naik Tipis, Berikut Rincian Terbaru per 16 April 2026

Ilustrasi Emas Batangan
Ilustrasi Emas Batangan

Jakarta|EGINDO.co Harga emas batangan di dalam negeri kembali diperbarui pada Kamis pagi (16/4/2026) pukul 08.30 WIB. Berdasarkan data terbaru, nilai logam mulia menunjukkan kecenderungan stabil dengan pergerakan terbatas, mencerminkan dinamika pasar global yang masih dipengaruhi ketidakpastian ekonomi dan arah kebijakan suku bunga.

Untuk ukuran terkecil, emas 0,5 gram dibanderol Rp1.494.000 atau Rp1.497.735 setelah dikenakan pajak PPh 0,25%. Sementara itu, emas 1 gram berada di level Rp2.888.000 dengan harga setelah pajak mencapai Rp2.895.220.

Kenaikan harga berlanjut pada ukuran yang lebih besar. Emas 2 gram tercatat Rp5.716.000 (Rp5.730.290 setelah pajak), sedangkan 3 gram dipatok Rp8.549.000 atau Rp8.570.373 setelah pajak. Untuk pecahan 5 gram, harga mencapai Rp14.215.000 dan menjadi Rp14.250.538 setelah pajak.

Adapun emas 10 gram dijual Rp28.375.000 atau Rp28.445.938 setelah pajak. Untuk ukuran 25 gram, harganya sebesar Rp70.812.000 (Rp70.989.030 setelah pajak), sedangkan 50 gram menyentuh Rp141.545.000 atau Rp141.898.863 setelah pajak.

Pada pecahan lebih besar, emas 100 gram dibanderol Rp283.012.000 atau Rp283.719.530 setelah pajak. Sementara itu, 250 gram berada di level Rp707.265.000 (Rp709.033.163 setelah pajak), 500 gram sebesar Rp1.414.320.000 (Rp1.417.855.800 setelah pajak), dan 1.000 gram atau 1 kilogram mencapai Rp2.828.600.000 atau Rp2.835.671.500 setelah pajak.

Sejumlah analis menilai pergerakan harga emas saat ini masih dipengaruhi oleh sentimen global, termasuk fluktuasi nilai tukar dolar AS serta ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter bank sentral utama dunia. Mengutip laporan Bloomberg, permintaan aset safe haven seperti emas cenderung meningkat ketika ketidakpastian ekonomi dan geopolitik menguat.

Senada dengan itu, Reuters melaporkan bahwa harga emas global masih bertahan di level tinggi, didorong oleh kekhawatiran perlambatan ekonomi serta potensi pelonggaran kebijakan suku bunga oleh bank sentral di beberapa negara maju.

Di dalam negeri, pergerakan harga emas juga turut dipengaruhi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Pelemahan rupiah dalam beberapa waktu terakhir membuat harga emas domestik tetap relatif tinggi meskipun harga emas dunia tidak mengalami lonjakan signifikan.

Dengan kondisi tersebut, emas masih menjadi salah satu instrumen investasi yang diminati, terutama sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian pasar keuangan. (Sn)

Scroll to Top