Harga Emas Hari Ini, Kian Bersinar Lampaui US$2.000

Aneka emas batangan beragam ukuran dan bentuk. Harga emas dunia mendekati level US$2.000 per troy ounce dan diperkirakan akan terus menguat seiring dengan pelemahan dolar AS.
Aneka emas batangan beragam ukuran dan bentuk. Harga emas dunia mendekati level US$2.000 per troy ounce dan diperkirakan akan terus menguat seiring dengan pelemahan dolar AS.

Jakarta|EGINDO.com Harga emas global hari ini berpeluang menguat terdorong oleh data terbaru penjualan rumah Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah dari perkiraan.

Tim Monex Investindo Futures menjelaskan data ekonomi AS yang menunjukkan pelemahan membuat emas mampu mempertahankan penguatan awal pekan kemarin.

Emas tercatat mengakhiri perdagangan Senin di level US$ 2.014,11 per troy ounce, naik US$11,85 dibandingkan penutupan perdagangan Jumat pekan lalu.

Data yang dirilis kemarin malam menunjukkan new home sales pada Oktober turun 5,6% month-on-month (MoM), lebih rendah dari forecast penurunan 4% MoM di Trading Central.

Selain itu, data aktivitas manufaktur wilayah Dallas dilaporkan -19,9 pada November, lebih rendah dari proyeksi -17, dan bulan sebelumnya -19,2.

Baca Juga :  Antisipasi Dampak Penutupan Car Free Night Malam Tahun Baru

“Rilis tersebut semakin memperkuat ekspektasi bank sentral AS [The Fed] tidak akan menaikkan suku bunga lagi, bahkan ada peluang dipangkas pada Mei 2024,” tulis analis Monex dalam risetnya, Selasa (28/11/2023).

Harga emas diyakini masih akan bertahan di atas level psikologis US$2.000. Mengutip Reuters, ahli strategi pasar senior di RJO Futures, Bob Haberkorn mengatakan emas kemungkinan akan diperdagangkan level tersebut sampai pasar mendapatkan lebih banyak informasi dari The Fed mengenai rencana suku bunganya.

“Emas akan diperdagangkan lebih tinggi jika kenaikan suku bunga selesai untuk saat ini,” kata dia.

Para investor secara luas mengharapkan bank sentral AS untuk mempertahankan suku bunga pada Desember 2023, sementara The Fed diperkirakan memiliki peluang 50-50 untuk melakukan pelonggaran pada bulan Mei tahun depan, menurut FedWatch Tool dari CME.

Baca Juga :  Rumah Trump Mar-a-Lago Di Florida Digerebek FBI

Suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang untuk memiliki aset tanpa bunga, yang seringkali meningkatkan harga emas.

Perhatian investor akan tertuju pada angka PDB kuartal ketiga AS pada Rabu (29/11/2023) waktu setempat dan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) yang akan dirilis pada Kamis (30/11/2023), yang merupakan ukuran inflasi pilihan The Fed.

“Angka-angka ekonomi yang keluar dari AS minggu ini, baik dalam hal pertumbuhan dan inflasi, akan menentukan apakah emas akan tetap berada di atas US$2.000,” kata Kyle Rodda, analis pasar keuangan di Capital.com.

Sumber: Bisnis.com/Sn

Bagikan :