Harga Emas Hari Ini 9 Januari 2026: Emas Batangan Menguat, Minat Investasi Tetap Terjaga

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Harga emas batangan pada Jumat, 9 Januari 2026, tercatat mengalami penguatan dibandingkan awal bulan. Pembaruan harga yang dilakukan setiap hari pada pukul 08.30 WIB menunjukkan bahwa emas masih menjadi instrumen investasi yang diminati, seiring meningkatnya kebutuhan aset lindung nilai di tengah dinamika ekonomi global.

Untuk emas batangan reguler, harga emas 1 gram ditetapkan sebesar Rp2.577.000, dengan harga setelah dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) 0,25 persen menjadi Rp2.583.443. Sementara itu, emas ukuran 0,5 gram dijual dengan harga dasar Rp1.338.500 atau Rp1.341.846 setelah pajak.

Pada ukuran menengah hingga besar, emas 5 gram dibanderol Rp12.660.000 atau Rp12.691.650 setelah pajak. Emas 10 gram dipasarkan seharga Rp25.265.000, dengan harga akhir Rp25.328.163. Adapun emas 100 gram dijual pada harga dasar Rp251.912.000, atau Rp252.541.780 setelah pajak.

Untuk ukuran besar, emas 250 gram tercatat senilai Rp629.515.000 atau Rp631.088.788 setelah pajak. Sementara itu, emas 500 gram dipatok pada harga Rp1.258.820.000 dan menjadi Rp1.261.967.050 setelah PPh. Harga emas ukuran 1.000 gram mencapai Rp2.517.600.000, dengan harga final Rp2.523.894.000 setelah pajak.

Selain emas reguler, emas batangan Gift Series juga mencatat harga yang lebih tinggi. Gift Series ukuran 0,5 gram dibanderol Rp1.408.500 atau Rp1.412.021 setelah pajak, sedangkan ukuran 1 gram dijual seharga Rp2.727.000 dan Rp2.733.818 setelah PPh.

Untuk seri tematik, emas batangan Selamat Idul Fitri ukuran 5 gram dipasarkan dengan harga Rp13.495.000, atau Rp13.528.738 setelah pajak. Sementara itu, emas batangan Imlek ukuran 8 gram dijual pada harga Rp21.470.800 dan Rp21.524.477 setelah pajak. Adapun emas Imlek ukuran 88 gram dibanderol Rp233.473.600, dengan harga akhir Rp234.057.284 setelah PPh.

Penguatan harga emas ini sejalan dengan meningkatnya permintaan terhadap aset aman (safe haven), di tengah ketidakpastian arah kebijakan suku bunga global, fluktuasi nilai tukar, serta dinamika geopolitik internasional. Dari sisi domestik, stabilitas ekonomi dan inflasi yang terjaga turut menopang minat masyarakat terhadap investasi emas.

Ke depan, pelaku pasar diperkirakan akan terus mencermati perkembangan global dan domestik yang berpotensi memengaruhi pergerakan harga emas, baik sebagai instrumen investasi jangka panjang maupun sebagai sarana diversifikasi portofolio. (Sn)

Scroll to Top