Harga Emas Hari Ini, 20 Januari 2026: Emas Batangan Tetap Stabil, Varian Khusus Lebih Tinggi

ilustrasi emas dan perak
ilustrasi emas dan perak

Jakarta|EGINDO.co Harga emas hari ini, Selasa (20/1/2026), terpantau relatif stabil berdasarkan daftar harga resmi yang diperbarui pada pukul 08.30 WIB. Harga emas batangan ditetapkan bervariasi sesuai berat dan jenis produk, dengan tambahan Pajak Penghasilan (PPh) 0,25 persen untuk setiap pembelian.

Untuk emas batangan reguler, harga 1 gram dibanderol Rp2.705.000, atau Rp2.711.763 setelah pajak. Sementara itu, emas berukuran 0,5 gram dijual seharga Rp1.402.500, dengan harga setelah pajak mencapai Rp1.406.006. Adapun emas batangan ukuran besar, seperti 100 gram, dipatok Rp264.712.000, atau Rp265.373.780 setelah pajak, sedangkan ukuran 1 kilogram mencapai Rp2.645.600.000 dan Rp2.652.214.000 setelah pajak.

Selain emas batangan reguler, harga emas batangan edisi khusus tercatat lebih tinggi. Gift Series ukuran 1 gram dipasarkan seharga Rp2.855.000, atau Rp2.862.138 setelah pajak. Untuk edisi Selamat Idul Fitri ukuran 5 gram, harga dasar tercatat Rp14.135.000, menjadi Rp14.170.338 setelah pajak.

Sementara itu, emas batangan Imlek juga tetap diminati. Ukuran 8 gram dijual Rp22.494.800, atau Rp22.551.037 setelah pajak, sedangkan ukuran 88 gram dipatok Rp244.737.600, menjadi Rp245.349.444 setelah pajak. Adapun emas batangan Batik Seri III ukuran 10 gram dibanderol Rp27.550.000, atau Rp27.618.875 setelah pajak, dan ukuran 20 gram sebesar Rp54.300.000, atau Rp54.435.750 setelah pajak.

Di sisi lain, harga perak juga tercatat stabil. Perak murni ukuran 250 gram dijual Rp15.000.000, dengan harga setelah PPN 11 persen sebesar Rp16.650.000. Sementara ukuran 500 gram dipatok Rp29.200.000, atau Rp32.412.000 setelah PPN. Untuk Perak Heritage, ukuran 31,1 gram dibanderol Rp2.364.072, menjadi Rp2.624.120 setelah PPN, sedangkan ukuran 186,6 gram dijual Rp13.062.736, atau Rp14.499.637 setelah PPN.

Secara umum, pergerakan harga emas dan perak hari ini mencerminkan kondisi pasar logam mulia yang cenderung stabil. Logam mulia masih dipandang sebagai instrumen lindung nilai (safe haven) di tengah dinamika ekonomi global dan fluktuasi nilai tukar. Pelaku pasar dan investor disarankan untuk terus memantau perkembangan harga serta menyesuaikan strategi investasi sesuai dengan tujuan jangka pendek maupun jangka panjang. (Sn)

Scroll to Top