Harga Emas Hari Ini, 11 Februari 2026 Naik Stabil, Investor Masih Pilih Aset Safe Haven

Emas produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk
Emas produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk

Jakarta|EGINDO.co Harga emas batangan di dalam negeri kembali menunjukkan tren penguatan pada perdagangan Rabu (11/2/2026). Logam mulia yang menjadi instrumen lindung nilai (safe haven) tersebut masih diminati pelaku pasar di tengah dinamika global, mulai dari ketidakpastian suku bunga hingga volatilitas nilai tukar.

Berdasarkan pembaruan harga pukul 08.30 WIB, harga emas batangan tercatat mengalami penyesuaian di hampir seluruh denominasi berat, dengan rincian sebagai berikut:

(Harga dasar dan harga setelah pajak PPh 0,25%)

  • 0,5 gram: Rp1.523.500 | Rp1.527.309

  • 1 gram: Rp2.947.000 | Rp2.954.368

  • 2 gram: Rp5.834.000 | Rp5.848.585

  • 3 gram: Rp8.726.000 | Rp8.747.815

  • 5 gram: Rp14.510.000 | Rp14.546.275

  • 10 gram: Rp28.965.000 | Rp29.037.413

  • 25 gram: Rp72.287.000 | Rp72.467.718

  • 50 gram: Rp144.495.000 | Rp144.856.238

  • 100 gram: Rp288.912.000 | Rp289.634.280

  • 250 gram: Rp722.015.000 | Rp723.820.038

  • 500 gram: Rp1.443.820.000 | Rp1.447.429.550

  • 1.000 gram: Rp2.887.600.000 | Rp2.894.819.000

Sejumlah analis menilai pergerakan harga emas domestik masih sangat dipengaruhi faktor eksternal, terutama arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat dan pergerakan dolar AS. Ketika ekspektasi penurunan suku bunga menguat, emas cenderung terapresiasi karena opportunity cost memegang emas menjadi lebih rendah.

Media ekonomi seperti CNBC Indonesia dan Kontan dalam sejumlah ulasan pasar komoditasnya menyebutkan bahwa permintaan emas fisik di Asia, termasuk Indonesia, juga meningkat sebagai respons atas fluktuasi geopolitik serta kekhawatiran perlambatan ekonomi global.

Selain faktor global, pelemahan nilai tukar rupiah pada periode tertentu turut menopang harga emas domestik. Kondisi ini membuat emas tetap dipandang sebagai instrumen lindung nilai yang efektif terhadap inflasi maupun depresiasi mata uang.

Investor ritel umumnya memburu pecahan kecil seperti 0,5 gram hingga 5 gram untuk akumulasi bertahap, sementara investor institusi atau high net worth individuals lebih banyak menyerap pecahan besar hingga 1 kilogram.

Sebagai informasi, harga yang tercantum di atas merupakan harga dasar dan harga setelah dikenakan PPh 22 sebesar 0,25% bagi pemegang NPWP. Besaran pajak dapat berbeda bagi non-NPWP sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku.

Pelaku pasar memperkirakan harga emas masih berpotensi bergerak fluktuatif namun cenderung menguat dalam jangka menengah, terutama bila ketidakpastian global belum mereda dan bank sentral utama mulai melonggarkan kebijakan moneternya.

Dengan kondisi tersebut, emas tetap menjadi salah satu pilihan utama diversifikasi portofolio masyarakat di tengah dinamika pasar keuangan. (Sn)

Scroll to Top