Jakarta|EGINDO.co Harga emas dan perak kembali menunjukkan tren penguatan pada perdagangan Selasa, 4 Februari 2026. Berdasarkan pembaruan resmi yang dilakukan pukul 08.30 WIB, kenaikan harga terjadi hampir di seluruh varian produk logam mulia, seiring meningkatnya minat investor terhadap aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Untuk emas batangan, harga dasar emas ukuran 1 gram tercatat sebesar Rp2.946.000, dengan harga setelah pajak PPh 0,25% mencapai Rp2.953.365. Sementara itu, emas ukuran 0,5 gram dibanderol Rp1.526.808, dan emas 10 gram dijual pada level Rp29.027.388 termasuk pajak.
Pada ukuran besar, emas batangan 100 gram dipasarkan seharga Rp289.534.030, sedangkan emas 1.000 gram (1 kg) menembus Rp2.893.816.500. Kenaikan harga ini mencerminkan konsistensi permintaan terhadap emas fisik, baik dari investor ritel maupun institusional.
Selain emas reguler, emas edisi khusus juga mencatat harga yang relatif lebih tinggi. Emas Batangan Gift Series ukuran 1 gram dijual Rp3.103.740, sementara emas tematik seperti Selamat Idul Fitri 5 gram mencapai Rp15.378.350. Adapun emas Imlek 88 gram dibanderol Rp266.610.464, menunjukkan daya tarik tersendiri bagi kolektor dan investor jangka panjang.
Tak hanya emas, harga perak murni juga mengalami penguatan. Perak murni ukuran 250 gram tercatat Rp15.567.750, sedangkan ukuran 500 gram mencapai Rp30.247.500, harga tersebut sudah termasuk PPN 11%. Untuk produk Perak Heritage, ukuran 31,1 gram dijual Rp2.489.476, dan ukuran 186,6 gram mencapai Rp13.691.846.
Penguatan harga logam mulia ini sejalan dengan tren global. Sejumlah media ekonomi terpercaya seperti CNBC Indonesia dan Kompas sebelumnya melaporkan bahwa ketidakpastian arah suku bunga global, tensi geopolitik, serta fluktuasi nilai tukar mendorong investor kembali melirik emas dan perak sebagai instrumen lindung nilai yang aman.
Dengan dinamika tersebut, pelaku pasar diimbau tetap mencermati pergerakan harga global dan kebijakan moneter ke depan, mengingat harga logam mulia masih berpotensi bergerak fluktuatif dalam jangka pendek, namun tetap menarik untuk strategi investasi jangka menengah hingga panjang. (Sn)