Harga Emas Berpeluang Melonjak hingga USD 10.000 per Ons pada 2026

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Prospek harga emas dinilai masih sangat kuat dalam jangka menengah hingga panjang. Analis pasar logam mulia Jim Wyckoff memprediksi harga emas berpotensi menembus level ekstrem hingga USD 10.000 per ons pada 2026, seiring meningkatnya ketidakpastian global dan melemahnya nilai tukar dolar Amerika Serikat.

Wyckoff, yang merupakan analis senior di Barchart, menilai kondisi geopolitik dunia saat ini berada dalam fase yang sangat dinamis dan sarat risiko. Ketegangan di berbagai kawasan, konflik berkepanjangan, serta ketidakpastian arah kebijakan ekonomi global mendorong lonjakan permintaan terhadap emas dan perak sebagai aset lindung nilai (safe haven). Menurutnya, situasi tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda akan mereda dalam waktu dekat.

Faktor tambahan yang memperkuat prospek emas datang dari pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menilai bahwa pelemahan dolar AS justru menguntungkan sektor bisnis domestik. Pernyataan ini semakin memperkuat ekspektasi pasar bahwa pemerintah AS tidak keberatan dengan depresiasi mata uangnya, sebuah kondisi yang secara historis cenderung menguntungkan harga emas.

Dalam lingkungan suku bunga riil yang tertekan, defisit fiskal yang membengkak, serta meningkatnya kekhawatiran terhadap stabilitas mata uang global, emas kembali dipandang sebagai penyimpan nilai yang paling aman. Sejumlah bank sentral dunia juga tercatat terus menambah cadangan emas mereka sebagai upaya diversifikasi aset dan perlindungan dari volatilitas keuangan.

Sejalan dengan pandangan Wyckoff, laporan Bloomberg menyebutkan bahwa minat institusi besar terhadap emas terus meningkat, terutama di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi global. Sementara itu, Reuters menyoroti bahwa kombinasi konflik geopolitik, risiko inflasi, dan arah kebijakan moneter AS menjadi katalis utama yang menopang tren kenaikan harga logam mulia.

Meski proyeksi harga USD 10.000 per ons tergolong agresif, para analis sepakat bahwa emas masih memiliki ruang penguatan signifikan dalam beberapa tahun ke depan, terutama jika ketidakpastian global dan tekanan terhadap dolar AS terus berlanjut. (Sn)

Scroll to Top