Harga Emas 20 Februari 2026 Melonjak, 1 Gram Tembus Rp2,94 Juta

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Harga emas batangan di pasar domestik kembali menunjukkan tren penguatan pada perdagangan Jumat, 20 Februari 2026. Berdasarkan pembaruan pukul 08.30 WIB, harga emas ukuran 1 gram dipatok Rp2.944.000 sebelum pajak, dan menjadi Rp2.951.360 setelah dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) 0,25 persen.

Kenaikan ini mempertegas posisi emas sebagai instrumen lindung nilai (safe haven) di tengah dinamika ekonomi global dan fluktuasi nilai tukar. Sejumlah analis menilai, sentimen eksternal seperti kebijakan suku bunga bank sentral global serta ketidakpastian geopolitik masih menjadi faktor utama yang menopang harga logam mulia.

Berikut daftar harga emas berdasarkan beratnya:

  • 0,5 gram: Rp1.522.000 (Rp1.525.805 setelah pajak)

  • 1 gram: Rp2.944.000 (Rp2.951.360 setelah pajak)

  • 2 gram: Rp5.828.000 (Rp5.842.570 setelah pajak)

  • 3 gram: Rp8.717.000 (Rp8.738.793 setelah pajak)

  • 5 gram: Rp14.495.000 (Rp14.531.238 setelah pajak)

  • 10 gram: Rp28.935.000 (Rp29.007.338 setelah pajak)

  • 25 gram: Rp72.212.000 (Rp72.392.530 setelah pajak)

  • 50 gram: Rp144.345.000 (Rp144.705.863 setelah pajak)

  • 100 gram: Rp288.612.000 (Rp289.333.530 setelah pajak)

  • 250 gram: Rp721.265.000 (Rp723.068.163 setelah pajak)

  • 500 gram: Rp1.442.320.000 (Rp1.445.925.800 setelah pajak)

  • 1.000 gram: Rp2.884.600.000 (Rp2.891.811.500 setelah pajak)

Harga tersebut dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar internasional dan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Mengacu pada laporan pasar komoditas internasional yang kerap dipantau pelaku pasar seperti Bloomberg dan Reuters, harga emas dunia masih bergerak fluktuatif di tengah ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat. Ketika dolar AS melemah, harga emas cenderung menguat karena menjadi alternatif investasi yang lebih menarik.

Selain itu, pergerakan nilai tukar rupiah juga turut memengaruhi harga emas di dalam negeri. Pelemahan rupiah terhadap dolar AS biasanya mendorong harga emas lokal lebih tinggi, meskipun harga global relatif stabil.

Sejumlah analis memperkirakan tren harga emas masih berpotensi bertahan di level tinggi dalam jangka pendek, terutama jika ketidakpastian ekonomi global belum mereda. Investor ritel pun dinilai tetap menjadikan emas sebagai instrumen diversifikasi portofolio yang relatif aman.

Meski demikian, pelaku pasar diimbau untuk tetap memperhatikan momentum pembelian, memperhitungkan spread harga jual dan beli (buyback), serta mempertimbangkan tujuan investasi jangka panjang sebelum mengambil keputusan. (Sn)

Scroll to Top