Jakarta|EGINDO.co Harga emas batangan di pasar domestik pada Senin, 20 April 2026, tercatat masih berada di level tinggi. Berdasarkan pembaruan pukul 08.30 WIB, tren harga menunjukkan kestabilan dengan kecenderungan tetap kuat di tengah dinamika ekonomi global.
Logam mulia ukuran 1 gram diperdagangkan di kisaran Rp2.840.000, atau Rp2.847.100 setelah dikenakan pajak penghasilan (PPh) 0,25%. Sementara itu, untuk ukuran terkecil 0,5 gram, harga berada di level Rp1.470.000 sebelum pajak dan Rp1.473.675 setelah pajak.
Kenaikan harga juga terlihat pada ukuran lainnya. Emas 5 gram dijual Rp13.975.000 (Rp14.009.938 setelah pajak), sedangkan 10 gram mencapai Rp27.895.000 atau Rp27.964.738 setelah pajak. Untuk ukuran besar, seperti 100 gram, harganya menembus Rp278.212.000 dan menjadi Rp278.907.530 setelah pajak.
Adapun emas batangan ukuran 1 kilogram dipasarkan di angka Rp2.780.600.000, atau sekitar Rp2.787.551.500 setelah pajak, mencerminkan nilai investasi jangka panjang yang masih diminati pelaku pasar.
Sejumlah analis menilai, tingginya harga emas saat ini dipengaruhi oleh ketidakpastian global, termasuk fluktuasi nilai tukar dan ekspektasi kebijakan suku bunga bank sentral dunia. Dalam situasi seperti ini, emas cenderung menjadi instrumen lindung nilai (safe haven) yang dicari investor.
Mengutip laporan dari Reuters, harga emas dunia tetap bertahan di level tinggi seiring meningkatnya permintaan terhadap aset aman akibat ketegangan geopolitik dan perlambatan ekonomi global. Senada dengan itu, CNBC melaporkan bahwa ekspektasi penurunan suku bunga oleh bank sentral utama turut menopang harga emas karena menekan imbal hasil aset berbasis bunga.
Di dalam negeri, pergerakan harga emas juga tidak terlepas dari nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Pelemahan rupiah dalam beberapa waktu terakhir turut memberikan dorongan tambahan terhadap harga emas domestik.
Dengan kondisi tersebut, emas masih menjadi pilihan utama bagi investor yang mencari kestabilan nilai di tengah ketidakpastian pasar keuangan global. Namun demikian, pelaku pasar tetap disarankan untuk mencermati perkembangan ekonomi dan kebijakan moneter sebelum mengambil keputusan investasi. (Sn)