Harga Bitcoin Cukup Tinggi,Sempat Jatuh Kini Makin Perkasa

Ilustrasi bitcoin
Ilustrasi bitcoin

Jakarta | EGINDO.com      — Bitcoin sebagai salah satu komoditas perdagangan berteknologi kini sedang naik daun.

Di tanah air, sebagian orang telah mengetahui dan sebagian kecilnya lagi telah menggunakannya sebagai cara berinvestasi.

Lantas bagaimana mata uang bitcoin bisa dipadankan dengan mata uang biasa?

Berikut artikel di Kontan.co.id yang mengulas mengenai bitcoin.

Harga Bitcoin sempat jatuh ke 50.000 dolar ASpada Rabu (6/10), setelah menembus 55.000 dolar AS, pertama kali sejak Mei lalu. Lalu, 1 Bitcoin berapa rupiah.

Hanya, mengacu data CoinDesk, harga Bitcoin bangkit lagi pada Kamis (7/10), dan kembali mencapai 55.000 dolar AS.

Bahkan, sempat menyentuh 55.735,52 dolar AS.

Sedang pukul 13.42 WIB, harga kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia ini turun ke 54.611,96 dolar AS.

Meski begitu, masih naik 5,57 dolar AS dibanding posisi 24 jam sebelumnya.

Berdasarkan laman Indodax, harga 1 Bitcoin dalam rupiah pada Kamis pukul 13.45 WIB ada di Rp 779,142 juta.

Sedang mengutip Bitcoin.co.id, harga 1 Bitcoin Rp 779 juta.

Melansir The Independent, setelah September yang buruk, beberapa analis memperkirakan akhir yang kuat hingga 2021 bagi Bitcoin.

Satu model prediksi harga, yang terbukti sangat akurat pada Agustus dan September, menempatkan Bitcoin di jalur untuk mencapai enam digit angka atau 100.000 dolar AS sebelum Natal.

Menurut Matt Senter, Co-founder dan CTO Lolli, harga Bitcoin yang menembus 55.000 dolar AS menggarisbawahi pengakuan yang berkembang bahwa aset kripto itu adalah jawabannya

“Karena perputaran uang terus menurun sementara tingkat utang yang astronomis terus meningkat,” katanya, seperti dikutip The Independent.

Bitfinex Trading menyebutkan, Bitcoin baru-baru ini mulai mendapatkan pengakuan yang lebih luas sebagai bentuk emas digital. Generasi muda dan milenium secara intuitif melihat nilai investasi dalam mata uang kripto.

Baca Juga :  KPK Minta Kepala Daerah Di Jabar Berantas Korupsi

“Tersirat dalam hal ini adalah pengakuan bahwa aset digital ini bisa melawan ketidaksetaraan sosial yang keras yang hanya diperburuk selama pandemi,” ujar Bitfinex Trading, seperti dilansir The Independent.

Sumber: Tribunnews/Sn

 

Bagikan :