Oleh: Fadmin Malau
HANYA Allah Swt yang mengetahuinya seseorang itu benar berpuasa. Pasti hanya Allah Swt dan orang tersebut, apakah benar dirinya berpuasa. Berbeda memang ibadah puasa dengan ibadah wajib lainnya. Ibadah puasa sangat berbeda dengan ibadah lainnya seperti shalat, zakat, menunaikan ibadah haji.
Nah, tidak heran jika kita sering mendengar orang bertanya kepada seseorang apakah dia sedang berpuasa. Biasanya dijawab oleh yang ditanya. Apakah dirinya sedang berpuasa atau tidak berpuasa. Bedanya karena orang tidak akan bertanya pada ibadah lain selain puasa seperti orang tidak bertanya apakah seseorang itu sedang shalat atau seseorang itu sedang berzakat atau seseorang itu sedang menunaikan ibadah haji.
Mengapa hanya ibadah puasa saja orang yang sering sekali bertanya. Apakah sedang berpuasa atau tidak? Hal itu menunjukkan satu keistimewaan ibadah puasa bahwa tidak ada orang yang mengetahui apakah seseorang itu sedang berpuasa atau tidak berpuasa. Hanya Allah Swt yang mengetahui apakah seseorang itu benar sedang berpuasa. Hanya Allah Swt yang mengetahuinya, sedangkan orang lain tidak yang mengetahuinya.
Sementara ibadah wajib lainnya yakni shalat, menunaikan zakat dan menunaikan ibadah haji semua orang mengatahuinya tanpa harus bertanya lagi kepada seseorang. Keistimewaan lain dari ibadah puasa sejalan dengan hanya Allah Swt yang mengetahuinya maka ibadah puasa seseorang itu langsung yang menilai Allah Swt, tidak melalui perantara malaikat. Berbagai dalil dalam Alqur’an dan hadist Nabi Muhammad Saw menegaskan keutamaan berpuasa sangat besar sebab ibadah puasa sesungguhnya hanya orang yang berpuasa itu dan Allah Swt saja yang mengetahuinya. Sementara orang lain tidak bisa mengetahuinya dengan pasti apakah seseorang itu benar sedang berpuasa atau tidak berpuasa.
Wajar jika ibadah puasa pada bulan Ramadhan menjadi sangat istimewa karena sifat ibadah puasa sangat khusus sampai kepada yang menilai langsung dari Allah Swt. Bila Allah Swt yang langsung menilai maka ibadah puasa sangat istimewa maka berbahagia hamba Allah Swt yang mendapat penilaian langsung dari Allah Swt.
Dari awal ibadah puasa sangat istimewa sebab Allah Swt memanggil umat Islam yang beriman saja, tidak semua umat Islam dipanggil. Firman Allah Swt dalam Alqur’an Surah Al-Baqarah ayat 183 yang artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian untuk berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa, (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu.”
Artinya firman Allah Swt yang diterima Nabi Muhammad Saw pada tanggal 2 Syabhan dan dilaksanakan mulai 1 Ramadhan merupakan undangan khusus bagi umat Islam yang khusus pula maka yang namanya khusus pasti tidak banyak jumlahnya akan tetapi mahal harganya karena disukai banyak orang.
Dari cara memanggil maka ibadah puasa pada bulan Ramadan sangat istimewa. Hadits Rasullullah Muhammad Saw dari Abdullah bin Umar diriwayatkan Al-Bukhâry dan Muslim, Nabi Muhammad Saw menegaskan bahwa ibadah puasa merupakan salah satu rukun Islam yang sangat agung dan mulia. Ibadah puasa satu pondasi Islam dari lima pondasi yakni Islam dibangun di atas lima (perkara, pondasi), pertama, Syahadat Lâ Ilâha Illallâh wa Anna Muhammadan ‘Abduhu wa Rasûluhu. Kedua, mendirikan sholat, ketiga berpuasa bulan Ramadhan, keempat mengeluarkan zakat dan kelima berhaji.
Dalam Alqur’an, Allah Swt menjelaskan berbagai macam keutamaan puasa secara umum, seperti keampunan dan pahala yang sangat besar dari Allah Swt kepada orang yang berpuasa. Hadist Rasullullah yang diriwayatkan Al-Bukhâry dan Muslim dari Abu Hurairah ra bersabda,“… dan puasa adalah tameng. Bila salah seorang dari kalian berada pada hari puasa, janganlah ia berbuat sia-sia dan janganlah ia banyak mendebat. Kalau orang lain mencercanya atau memusuhinya, hendaknya ia berkata, ‘Saya sedang berpuasa”
Kemudian Nabi Muhammad Saw bersabda yang artinya, “Puasa merupakan tameng terhadap neraka, seperti tameng salah seorang dari kalian pada peperangan.” (HR. Imam Ahmad)
Puasa ibadah yang sangat istimewa sebab hanya Allah Swt yang mengetahuinya, orang lain tidak ada yang mengetahuinya termasuk orang-orang terdekat seperti istri dan anak-anak, kerabat, sahabat. Beda dengan ibadah lain semua orang bisa mengetahuinya maka berpuasalah karena puasa tak ada bandingannya.@
***
Penulis Wakil Ketua Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Muhammadiyah Kota Medan, mantan Bendahara Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara (Sumut)