Gunung Semeru Erupsi Lima Kali, Warga Diminta Waspada

Ilustrasi
Ilustrasi

Lumajang|EGINDO.co Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali meningkat pada Selasa pagi (26/5/2026). Gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut tercatat mengalami lima kali erupsi dengan tinggi kolom abu berkisar antara 600 meter hingga 1.000 meter di atas puncak.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru melaporkan, letusan pertama terjadi sekitar pukul 01.05 WIB dengan semburan abu berwarna putih hingga kelabu yang mengarah ke barat. Aktivitas erupsi terus berlanjut hingga pagi hari dengan arah sebaran abu bergerak ke barat daya dan barat laut.

Selain terlihat secara visual, seluruh aktivitas letusan juga terekam melalui alat seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 22 mm dan durasi gempa erupsi antara 109 hingga 142 detik. Kondisi ini menunjukkan aktivitas vulkanik Semeru masih cukup tinggi dan perlu diwaspadai masyarakat sekitar.

Berdasarkan rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), status Gunung Semeru saat ini masih berada pada Level III atau Siaga. Warga diminta tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak karena berpotensi terdampak awan panas guguran dan aliran lahar.

Masyarakat juga diimbau menghindari area dalam radius lima kilometer dari kawah akibat ancaman lontaran material pijar. Selain itu, warga yang tinggal di sekitar aliran sungai berhulu di puncak Semeru diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan banjir lahar, terutama di kawasan Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Informasi aktivitas Gunung Semeru turut menjadi perhatian sejumlah media nasional seperti Kompas.com dan Antara News yang terus memantau perkembangan kondisi vulkanik di wilayah Jawa Timur. (Sn)

Scroll to Top