Gubernur Sumsel: Tindak Tegas Siapapun Yang Buat Kegaduhan

Gubernur Sumsel Herman Deru, peletakan batu pertama Pelaksanaan Pilot Project Progam Indonesia Terang Elektrifikasi Mandiri dan Infrastruktur Sipil Lembaga Pengembangan CSR Indonesia (LPCI) di Desa Batinsari, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur, Propinsi Sumatera Selatan, Sabtu 23 Februari 2019.
Gubernur Sumsel Herman Deru, peletakan batu pertama Pelaksanaan Pilot Project Progam Indonesia Terang Elektrifikasi Mandiri dan Infrastruktur Sipil Lembaga Pengembangan CSR Indonesia (LPCI) di Desa Batinsari, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur, Propinsi Sumatera Selatan, Sabtu 23 Februari 2019.

Jakarta | EGINDO.com       – Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, angkat bicara soal dugaan hoaks terkait sumbangan dari mendiang Akidi Tio sebesar Rp 2 triliun.

Herman menegaskan, ia akan menindak tegas siapapun yang telah membuat kegaduhan dan polemik di tengah penanganan pandemi Covid-19 ini.

Tak hanya itu, Herman juga menyayangkan tindakan keluarga Akidi Tio tersebut.

Pasalya, dianggap telah mengusik suasana pandemi Covid-19 dengan memberikan bantuan bernilai fantastis kepada Kapolda Sumatera Selatan.

“Saya sebagai pemimpin daerah akan menindak tegas siapapun yang membuat kegaduhan, membuat polemik. Sehingga suasana saat kita menangani pandemi Covid-19 ini menjadi terusik.”

“Gara-gara ulah oknum tersebut yang seakan-akan memberikan bantuan senilai yang sangat fantastis itu pada Kapolda kita,” kata Herman dalam tayangan video di kanal YouTube Kompas TV, Selasa (3/8/2021).

Herman mengaku, sebelumnya ia sempat diundang untuk menjadi saksi pemberian simbolis dana Rp 2 triliun dari anak Akidi Tio kepada Polda Sumsel.

Untuk itu Herman berharap agar kasus ini bisa dilanjutkan proses hukumnya dengan tindakan yang sesuai aturan yang berlaku.

Selain itu, Herman juga meminta Polri agar bisa berlaku setegas mungkin dalam kasus ini.

“Disini kami yang diundang menjadi saksi pada saat itu, bersama tokoh agama. Berharap kepada Polri agar ini berkelanjutan proses hukum dengan tindakan-tindakan yang sesuai dengan aturan berlaku. Tentu kami harapkan setegas mungkin,” tegas Herman.

Lebih lanjut, Herman menuturkan bahwa sangatlah tidak elok jika di situasi yang mencekam karena Covid-19, masih ada orang yang membuat kegaduhan dan berperilaku seperti itu.

Herman pun ingin mengetahui, apa keinginan dari pelaku kepada Polri.

“Tidak elok memang di suasana yang begitu sangat mencekam karena Covid ini masih saja ada orang-orang yang berlaku seperti itu. Jadi kita tahu maksudnya apa, keinginannya apa kepada institusi Polri. Sehingga dia melakukan hal-hal diluar batas kemampuan berpikir kita,” pungkasnya.

Baca Juga :  KPK Tak Tutup Kemungkinan Panggil Anies Baswedan

Mahfud MD Ragukan Sumbangan Rp 2 Triliun dari Akidi Tio

Diwartakan Tribunnews.com sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamana, Mahfud MD, meragukan sumbangan senilai Rp 2 triliun dari pengusaha almarhum Akidi Tio untuk penanganan pandemi covid-19 di Sumatera Selatan.

Mahfud MD mengaku sengaja mencuitkan frasa “Mudah-mudahan itu nyata” di akun Twitter-nya untuk menyindir mereka yang percaya dengan sumbangan tersebut.

“Terkait Akidi Tio saya sejak awal sudah tak yakin itu ada karena petualang seperti itu sudah banyak memberi pelajaran pada kita. Makanya ketika saya mencuit ‘Mudah-mudahan itu nyata’ Saya justru sama sekali tak berharap itu ada tapi saya nyindir kepada yang percaya dengan itu,” kata Mahfud dalam keterangannya pada Senin (2/8/2021) malam.

Mahfud mengatakan juga sudah bertanya kepada Gubernur Sumsel, Herman Deru, terkait hal tersebut.

Ternyata, kata dia, Herman juga hanya diundang seremoni sebagai Forkompimda secara dadakan tapi tak ada penyerahan barang atau dokumen apapun.

Sumber: Tribunnews/Sn