Grup Sinarmas Dapat Keuntung Dari Tren Kenaikan Harga CPO

minyak goreng Filma dan Kunci Mas
Minyak goreng Filma dan Kunci Mas

Jakarta | EGINDO.co – Grup Sinarmas mendapat keuntung dari tren kenaikan harga crude palm oil (CPO). Hal itu karena harga komoditas minyak kelapa sawit atau CPO naik. Dimana harga CPO di Bursa Derivatif Malaysia untuk kontrak pengiriman Desember 2021 menyentuh level tertingginya sepanjang sejarah sebesar RM 4.738 per ton.

PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) cukup diuntungkan dengan tren kenaikan harga CPO itu. Investor Relations Sinar Mas Agribusiness and Food, Pinta S Chandra kepada wartawan Kamis (7/10/2021) mengatakan untuk semester pertama 2021, penjualan SMAR mengalami kenaikan sebesar 25% dibandingkan periode yang sama di tahun 2020.

Dijelaskannya, untuk kinerja operasional, SMAR membukukan produksi produk kelapa sawit sebanyak 375.314 ton pada semester I-2021 atau naik 12% (yoy) dibandingkan hasil di semester I-2020. Dari jumlah tersebut, sebanyak 295.985 ton merupakan hasil produksi CPO sedangkan 79.329 ton sisanya adalah palm kernel (PK).

Disamping itu katanya, manajemen SMAR menargetkan produksi produk kelapa sawit  tahun 2021 dapat meningkat hingga 8% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal yang menguntungkan lagi menurutnya, kondisi cuaca yang baik, SMAR perkirakan memproduksi sawit tahun 2021 dapat membaik setelah sempat mengalami penurunan di tahun 2020.

Diungkapkannya, bahwa hingga semester pertama SMAR telah menggunakan 18% dari capital expenditure (capex) atau belanja modal di tahun 2021 yang dialokasikan sebesar Rp 1,2 triliun. SMAR juga akan meningkatkan kemampuannya dalam memproduksi berbagai produk berbasis kelapa sawit dengan portofolio yang luas.

Katanya, SMAR mengelola perkebunan sawit seluas 137.600 hektar per 31 Maret 2021 dan perusahaan memiliki operasi terintegrasi yang berfokus pada produksi minyak makan dan lemak nabati dari kelapa sawit seperti produk minyak goreng Filma dan Kunci [email protected]

Baca Juga :  KPK Panggil Sekjen Dan Irjen KKP Terkait Kasus Ekspor Benur

Bs/TimEGINDO.co