Gerakan Menanam Satu Juta Pohon,Tebar Satu Juta Bibit Ikan di Danau Toba

Masih banyak lahan yang masih kosong dengan pepohonan di Tapanuli. (Foto: Fadmin Malau)
Masih banyak lahan yang masih kosong dengan pepohonan di Tapanuli. (Foto: Fadmin Malau)

Medan | EGINDO.com – Gerakan menanam satu juta pohon dan menebar satu juta bibit ikan utamanya pora-pora di Kawasan Danau Toba, persisnya di tujuh kabupaten: Samosir, Humbang Hasundutan, Toba, Tapanuli Utara, Dairi, Karo dan Simalungun, dicanangkan tahun 2026.

Hal itu dikatakan KetuaYayasan Pusuk Buhit Efendy Naibaho kepada EGINDO.com dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu (10/1/2026).

Katanya gerakan massal itu dilakukan melalui jaringan sosial berbasis media bersama berbagai pihak dan elemen serta komunitas yang dijadwalkan akan bergulir secara terstruktur, sistematis dan massif dengan satu tujuan: menjaga kelestarian lingkungan Danau Toba. Dengan tagline utama #SaveTheTao, berbagai elemen yang sudah lama sekali mendambakan Danau Toba kembali ke habitatnya ini, dengan  semangat yang tersisa, kembali menyatukan diri dan berkonsolidasi untuk bergerak dan konvoi bersama-sama.

Beberapa komunitas, aliansi, elemen dan perorangan seperti Forum Peduli Danau  Toba, Aliansi Rakyat Danau Toba, Yayasan Pusuk Buhit, Yayasan Budaya Hijau, We Care Samosir/Pature Samosir, KERMAHUDATARA (Kerukunan Masyarakat Hukum Adat Nusantara), Punguan Pomparan Namora Sojuangon Medan, sudah menyatakan ikut termasuk beberapa nama perorangan.

Ada Ganda Sirait,  DLH Simamora, Sahala Arfan Saragih, Warto Sinurat, Aris Setteng Sinurat  dan banyak nama lainnya, juga natinya akan mengajak berbagai pihak seperti Koperasi Merah Putih dan organisasi-organisasi lainya dan gereja serta  ormas-ormas dan partai-partai di pusat, provinsi dan dewan pimpinan cabangnya se-Kawasan Danau Toba.

“Kita ajak dan surati nanti mereka, termasuk Presiden, Kementerian Terkait dan Gubernur serta Para Kepala Daerah se-KDT. Kita punya 500.000 benih pohon lamtoro gung, cukup untuk satu Pulau Samosir, semiliar itu untuk seluruh Sumatera Utara”, Ini pesanGanda Sirait melalui whatsApp-nya sembari menambahkan pohon lamtoro gung bisa hidup di atas aspal jalanan Kota Jakarta,” kata Efendy Naibaho.

Menurutnya sangat cocok dan tahan banting hidup dan tumbuh di Dataran Tinggi Danau Toba, perbukitan Tapanuli yang curam dan bebatuan vulkanik dengan sedikit tanah karena perakaran yang serabut. Dengan jarak tanam 5 meter, cukup untuk menghijaukan Pulau Samosir. “Khusus untuk Pusuk Buhit, kita rencanakan menanam tiga jenis pohon saja: beringin, jabi2 dan hariara dgn sistem adopsi pohon seperti yg sdah dilakukan di Pegunungan Parango,” katanya menambahkan.

DLH Simamora,  akrab dipanggil dengan Helmut, akan merancang dan membangun jaringan  dan komunikasi dengan berbagai pihak baik OPD, pokmas,  yayasan, LSM serta stakeholder : Hotel, perbankan, Pemerintah Pusat, Provsu dan Kab se-Kawasan Danau Toba untuk rencana Gerakan Penanaman 1 Miliar Pohon Penghijauan di areal eks karhutla dan penebaran 1 miliar bibit ikan di Kawasan Danau Toba.

Aris Setteng Sinurat menambahkan bahwa lamtoro gung sama dengan pote yang enak dimakan itu. Satu jenis dan satu famili, buah petai cina/lamtoro gung dan bisa buat sayur dan obat, dan bisa diekspor juga ke luar negeri. Ditambahkan Ganda Sirait dan menyebutkan Organisasi KERMAHUDATARA (Kerukunan Masyarakat Hukum Adat Nusantara) ketua umumnya Dr. HP Panggabean, SH, MS. Eks Hakim Agung RI yang berencana menyerahkan bibit lamtoro gung kepada Bupati Samosir Vandiko T Gultom.

“Secara teknis nantinya, mulai dari pelobangan, penanaman, maintenance dan bonus bagi pokmas yang berhasil menumbuhkembangkan pertumbuhan vegetasi di wilayahnya, akan dicatat dan didata sehingga karhutla dan kekeringan air dapat diantisipasi secara lebih dini. Boleh juga BUMN, BUMD, Perusahaan Multinasional dan PMA ikut, ujar beberapa ahli yang ikut dalam gagasan besar ini,” kata Efendy Naibaho.

Menurutnya para bupati di 7 kabupaten se Kawasan itu selain disurati juga akan dikunjungi meminta respon positif mereka utk Danau Toba, sebagai wujud nyata perhatian bupati dan DPRD -nya bagi lingkungan hidup dan keutuhanciptaan. Di Samosir sendiri, upaya untuk menjaga lingkungan sudah dilakukan dengan Kegiatan Kerja Jumat Bersih Gotong Royong Bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Samosir 19 September 2025, yang dilaksanakan secara serentak, terkhusus untuk penataan Taman Sitolu Hae Horbo di Pangururan yang dilaksanakan  Tim Pertamanan di bawah Bidang Pengendalian Pencemaran Kerusakan Lingkungan (PPKL).

Kegiatan penataan taman dipimpin langsung oleh Kepala Bidang PPKL Helmut Todo Tua Simamora, Ssi, Msi yang dimaksudkan agar Taman Sitolu Hae Horbo sebagai wajah kota dan lokasi ruang publik lebih tertata rapi dan bersih, ujar Simamora yang cocok juga di Dinas Perumahan Samosir, sesuai dengan background  lingkungan hidup,  juga tata ruang dan tata wilayah.

Jimmy Siahaan, Pegiat Lingkungan akan menanam 500an pohon di lahan miliknya di Balige. Rencana kerja program menanam 1 miliar pohon dan menebar 1 miliar bibit ikan di Kawasan Danau Toba dilakukan bertahap mulai 2026 hingga 5 tahun kedepan.@

Rel/timEGINDO.com

Scroll to Top