GEMS, Tambang Sinarmas Kembangkan Bisnis Dari Anak Usaha

PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS)
PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS)

Jakarta | EGINDO.co –  PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) milik Sinarmas Group melalui anak usahanya, PT Bungo Bara Utama, memberikan fasilitas pinjaman sebesar Rp 100 miliar sebesar kepada anak usaha Golden Energy yang lain, yaitu PT Kuansing Inti Makmur. Pinjaman tersebut akan digunakan untuk belanja modal dan pengembangan bisnis dari anak usaha tersebut. Demikian informasi diperoleh EGINDO.co dari keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), kemarin.

Disebutkan Sekretaris Perusahaan Golden Energy Mines Sudin, pinjaman yang dikenakan bunga 9,5 persen per tahun tersebut akan jatuh tempo pada 31 Desember 2022. Pinjaman iakan digunakan oleh Kuansing Inti Makmur untuk pengeluaran modal dan biaya dan prasarana pengembangan batubara. Bungo Bara Utama adalah anak usaha tidak langsung Golden Energy Mines melalui Kuansing Inti Makmur. Sedangkan Kuansing Inti Makmur bertindak sebagai pemegang 99 persen saham Bungo Bara Utama.

Golden Energy Mines adalah perusahaan tambang  yang sahamnya sedang disuspensi BEI sejak 31 Januari 2018 akibat belum memenuhi ketentuan free float saham atau kepemikan saham publik 7,5 persen. Untuk itu manajemen GEMS berupaya memenuhi ketentuan tersebut dengan melakukan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue untuk menambah porsi kepemilikan saham publik dan meraih modal kerja.

Aksi korporasi itu ditargetkan dapat rampung pada akhir Maret 2021. Menurut Sudin, perseroan menggelar rights issue untuk memenuhi ketentuan BEI mengenai batas minimal free float saham 7,5 persen. Saat ini, porsi saham publik dalam GEMS tercatat hanya sebesar 3 persen. Menurutnya, GEMS telah mengantongi restu pemegang saham untuk menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 10 persen atau setara 588,23 miliar saham dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam rights issue sehingga Ketentuan V.1 Peraturan Bursa No. I-A, saham GEMS bisa dipenuhi dimana GEMS telah mengantongi restu pemegang saham untuk menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 10 persen atau setara 588,23 miliar [email protected]

bs/fd/TimEGINDO.co