Jakarta|EGINDO.co Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,8 mengguncang wilayah Kaimana, Papua Barat, Selasa (26/5/2026) pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa dipicu aktivitas Sesar Tarera Aiduna dan termasuk jenis gempa dangkal.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan pusat gempa berada di laut pada kedalaman 24 kilometer, sekitar 50 kilometer arah tenggara Kaimana. Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami meski getarannya dirasakan cukup kuat oleh warga.
“Gempa ini merupakan gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif dengan mekanisme pergerakan geser atau strike-slip,” ujar Wijayanto dalam keterangan resminya.
BMKG mencatat guncangan paling kuat dirasakan di wilayah Kaimana dengan intensitas IV hingga V MMI. Pada skala tersebut, getaran dirasakan hampir seluruh masyarakat dan membuat sebagian warga terbangun dari tidur. Sementara di Kota Kaimana, intensitas gempa berada pada level III-IV MMI.
Getaran juga dirasakan hingga sejumlah daerah lain seperti Rasiei, Dobo, Bintuni, dan Nabire dengan skala II MMI. Warga di daerah tersebut melaporkan benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang akibat guncangan.
Hingga Selasa siang, belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. BMKG juga memastikan belum terdeteksi aktivitas gempa susulan berdasarkan pemantauan terkini.
Sejumlah media nasional seperti Kompas dan Antara turut memberitakan peristiwa gempa di Kaimana yang sempat membuat warga panik sesaat.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami retak atau kerusakan pascagempa demi mengantisipasi risiko yang tidak diinginkan. (Sn)