Jakarta|EGINDO.co Gelombang panas di Eropa dan inspeksi keselamatan pertambangan di Cina diperkirakan akan menjaga harga batu bara global tetap tinggi hingga akhir tahun ini. Tren positif ini menjadi katalis penting bagi emiten-emiten batu bara di Bursa Efek Indonesia (BEI), seperti PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) hingga PT Harum Energy Tbk. (HRUM).
Analis Indo Premier Sekuritas, Ryan Winipta, menerangkan bahwa gelombang panas baru-baru ini di Eropa telah meningkatkan ketergantungan pada bahan bakar fosil. Hal ini dipicu oleh penurunan produksi listrik dari pembangkit nuklir dan hidro—terutama armada nuklir Prancis yang menyusut 3,7 TWh pada Juni dan Juli 2026. Gangguan pengiriman ke Jerman turut mendorong harga batu bara Rotterdam melampaui level US$125 per ton.
Di Asia, pasar terdorong oleh pengetatan pasokan domestik Cina akibat inspeksi keselamatan pascakecelakaan di tambang Liushenyu, Shanxi, pada Mei lalu. Meskipun impor sempat turun pada Juni, impor batu bara Cina melonjak 22% secara bulanan pada Juli 2026, mengerek harga domestik naik 27% YTD serta menguatkan indeks Qinhuangdao dan Indonesia Coal Index (ICI).
“Kami memperkirakan Cina akan terus menghadapi kendala pasokan akibat inspeksi keselamatan yang masih berlangsung, terutama menjelang musim dingin, periode saat permintaan batu bara biasanya mencapai puncaknya,” kata Ryan, dikutip Rabu (26/8/2026).
Peluang Buy on Dip Saham Batu Bara
Ryan menilai penurunan harga saham seperti AADI, PTBA, dan ITMG dari level puncaknya pada Juni 2026 lebih dipengaruhi oleh sentimen kesepakatan damai AS-Iran dan pembentukan Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), bukan lagi sentimen perang. Koreksi ini dinilai menghadirkan peluang beli yang menarik. Indo Premier Sekuritas mempertahankan pandangan bullish selektif pada saham AADI dan HRUM.
Sentimen Positif Revisi RKAB
Kementerian ESDM dilaporkan telah mulai menyetujui revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026. Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah, Elandry Pratama, melihat revisi berupa kenaikan kuota produksi ini sebagai pendorong pemulihan volume pada semester II/2026.
Top 5 Negara Tujuan Ekspor Batu Bara Indonesia (Data 2025):
-
India: 100,23 juta ton
-
Cina: 81,78 juta ton
-
Spanyol: 78,00 juta ton
-
Filipina: 37,70 juta ton
-
Korea Selatan: 28,28 juta ton
Rekomendasi Saham Pilihan Analis
-
Panin Sekuritas: Menjagokan ITMG, PTBA, dan AADI sebagai pilihan utama, serta mengamati BUMI, ADRO, BSSR, CUAN, dan MCOL.
-
KISI Sekuritas (Muhammad Wafi):
-
PTBA: Penerima manfaat utama kebijakan DMO, revisi RKAB, dan dividend yield tinggi.
-
AADI: Efisiensi biaya yang unggul dan memiliki eksposur batu bara premium.
-
ADRO: Diversifikasi bisnis ke sektor energi serta neraca keuangan yang solid. (Sn)
-