Denpasar|EGINDO.co BMKG melalui Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Indonesia bagian tengah. Kondisi tersebut diprakirakan terjadi pada periode 26 hingga 29 Maret 2026.
Dalam laporan terbarunya, tinggi gelombang di wilayah Selat Lombok bagian selatan dan perairan selatan Bali berpotensi mencapai hingga 4 meter. Sementara itu, kawasan lain seperti Selat Bali bagian selatan, Selat Badung, dan Selat Lombok bagian utara diperkirakan mengalami gelombang dengan ketinggian sekitar 2,5 meter.
Selain gelombang tinggi, faktor angin juga menjadi perhatian. Kecepatan angin diperkirakan dapat mencapai 30 knot atau setara sekitar 55 kilometer per jam, yang berkontribusi terhadap peningkatan tinggi gelombang di perairan tersebut.
BMKG menegaskan bahwa kondisi ini berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran, khususnya bagi kapal feri, tongkang, serta perahu nelayan tradisional. Oleh karena itu, para operator transportasi laut dan masyarakat pesisir diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan serta menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca yang ada.
Masyarakat juga disarankan untuk terus mengikuti perkembangan informasi cuaca maritim melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi potensi risiko dan menjaga keselamatan selama beraktivitas di laut. (Sn)