Gelandang Juventus Pogba Doping Untuk Sementara Diskors

Paul Pogba - Prancis
Paul Pogba - Prancis

Roma | EGINDO.co – Gelandang Juventus dan Prancis Paul Pogba untuk sementara diskors setelah pemeriksaan doping mendeteksi peningkatan kadar testosteron, kata otoritas anti-doping Italia (Nado) kepada AFP, Senin (11 September).

Setelah musim yang buruk antara cedera dan pemerasan, impian pemain berusia 30 tahun itu untuk bangkit kembali hancur oleh dugaan pelanggaran doping setelah kemenangan 3-0 Juventus di Udinese pada 20 Agustus, di mana ia hanya menjadi pemain pengganti yang tidak dimainkan.

Pada hari Senin, juara dunia 2018 itu mengatakan kepada penyiar Qatar Al Jazeera tentang “keinginannya untuk bermain” setelah “tahun yang sulit” yang bisa “menghancurkan” dirinya.

Sebaliknya dia menerima pukulan baru.

Nado mengatakan Pogba telah melanggar aturan anti-doping ketika mereka menemukan zat terlarang itu adalah “metabolit testosteron non-endogen”.

Baca Juga :  Ronaldo Sepenuhnya Berkomitmen Untuk United, Kata Ten Hag

Juventus mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Pogba telah “menerima skorsing sebagai tindakan pencegahan”.

“Klub berhak mempertimbangkan langkah prosedur selanjutnya,” tambah pernyataan itu.

Tes tersebut menyangkut sampel ‘A’, dan jika sampel ‘B’ juga dites positif mengandung testosteron, Pogba bisa menghadapi larangan bermain selama empat tahun.

Pogba bergabung kembali dengan Juventus pada Juli 2022 dari Manchester United.

Dari tahun 2012 hingga 2016 ia telah membantu Juve memenangkan empat gelar Serie A dan dua Piala Italia, serta mencapai final Liga Champions pada tahun 2015.

Pogba pernah menjadi pemain bintang dalam kemenangan Prancis di Piala Dunia 2018 tetapi mengalami musim 2022-2023 yang buruk karena cedera dan rencana pemerasan bernilai jutaan euro yang melibatkan teman masa kecilnya dan salah satu saudara laki-lakinya.

Baca Juga :  Simona Halep : ITIA Berusaha Menunda Sidang Doping

Dia hanya bermain sepuluh pertandingan untuk Juventus musim itu dan melewatkan Piala Dunia 2022 bersama Prancis.

Musim lalu dia memainkan enam pertandingan Serie A tetapi dijadwalkan untuk kembali beraksi melawan Lazio pada akhir pekan dan mengatakan dalam wawancara dengan Al Jazeera bahwa dia tidak sabar untuk tampil.

“Saya mengalami tahun yang sulit jadi saya memiliki kemarahan dan keinginan untuk bermain sepak bola,” kata Pogba kepada Al Jazeera.

“Satu-satunya orang yang bisa menyakitimu adalah orang-orang terdekatmu. Musuh yang kamu tahu di mana mereka berada, tapi teman, keluarga, yang kamu pikir mereka bahagia untukmu, mereka bisa menghancurkanmu,” ujarnya.

“Anda harus hati-hati, menukar uang dengan orang, bisa menghancurkan keluarga,” katanya tentang upaya pemerasan jutaan euro yang dilakukan mantan teman dan saudaranya sendiri Mattias.

Baca Juga :  Rangnick Tidak Membujuk Pogba Untuk Tetap Di Man Utd

Pogba mengatakan bahwa ia kadang-kadang merasa sangat kehilangan motivasi karena masalah ini.

“Aku hanya berpikir aku tidak ingin punya uang lagi, aku tidak ingin bermain lagi, aku hanya ingin bersama orang-orang normal, sehingga mereka akan mencintaiku karena aku, bukan karena ketenaran, bukan karena uangnya,” katanya.

Setelah kemunduran terbaru ini, Pogba menghadapi penantian yang cemas untuk tes ‘B’.

Sumber : CNA/SL

Bagikan :