Fraksi Gerindra Hentikan Tunjangan, Instruksikan Anggota Turun ke Rakyat

Budisatrio Djiwandono di Gedung DPR, Jakarta pada Minggu (6/7/2025).
Budisatrio Djiwandono di Gedung DPR, Jakarta pada Minggu (6/7/2025).

Jakarta|EGINDO.co Ketua Fraksi Partai Gerindra di DPR RI, Budisatrio Djiwandono, menyampaikan duka mendalam atas korban jiwa yang berjatuhan dalam gelombang demonstrasi di Jakarta, Makassar, dan kota lainnya. Ia menyebut peristiwa tersebut bukan hanya tragedi bagi keluarga korban, tetapi juga pukulan emosional terhadap bangsa secara keseluruhan.

“Saya mewakili pribadi dan Fraksi Gerindra menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga korban di berbagai daerah,” ujarnya dalam pernyataan resmi, Sabtu (30 Agustus 2025).

Budisatrio, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPP Partai Gerindra, meminta maaf jika peran fraksinya dinilai kurang optimal dalam menyerap aspirasi dan mengampu keresahan rakyat. Ia menegaskan akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap tunjangan anggota DPR, khususnya yang dianggap menimbulkan ketidakadilan, dan siap untuk menghentikannya bila diperlukan.

“Fraksi Gerindra menyadari keluhan masyarakat mengenai tunjangan yang dirasa tidak proporsional. Kami siap melakukan kajian ulang dan menghentikan tunjangan tersebut,” tegasnya.

Selain itu, Budisatrio melarang seluruh anggota DPR dari Fraksi Gerindra melakukan kunjungan kerja ke luar negeri. Ia menegaskan seluruh wakil rakyat harus tetap di Indonesia dan turun langsung bertemu masyarakat untuk memahami dan merespons keresahan yang sedang terjadi. Instruksi ini juga merupakan arahan langsung dari Ketua Umum dan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

“Kehadiran anggota DPR secara langsung di tengah rakyat adalah bentuk tanggung jawab. Kepercayaan rakyat adalah amanah yang harus dijaga melalui tindakan dan ucapan yang tepat,” tambahnya.

Gelombang demonstrasi ini mencuat menyusul protes nasional terhadap tunjangan perumahan anggota DPR senilai Rp 50 juta per bulan sejak September 2024, yang dianggap oleh banyak pihak sebagai tidak sensitif di tengah kondisi ekonomi sulit.

Menurut The Associated Press (AP), para mahasiswa melempar batu ke aparat yang menembakkan gas air mata saat mencoba mendekati kompleks DPR. Protes ini merupakan respons terhadap tunjangan dewan yang dianggap berlebihan dan jauh di atas batas kemampuan rakyat banyak.

Selain itu, media internasional Channel News Asia (CNA) melaporkan bahwa tunjangan tersebut membuat publik kecewa karena dinilai tidak peka terhadap perjuangan hidup sehari-hari warga yang bahkan berpenghasilan di bawah Upah Minimum Regional (UMR) Jakarta.

Budisatrio Djiwandono menyampaikan bela sungkawa atas korban demo dan mengakui masih lemahnya peran Fraksi Gerindra dalam merespons aspirasi rakyat. Ia berkomitmen menghentikan tunjangan yang dinilai tidak adil, serta menyetop kunjungan luar negeri agar wakil rakyat tetap dekat dengan masyarakat. Pengumuman ini hadir di tengah protes luas terkait tunjangan dewan yang memicu kemarahan publik—dilaporkan juga oleh media-media tepercaya internasional seperti AP dan CNA.

Sumber: Bisnis.com/Sn

Scroll to Top