Belitung | EGINDO.com – Forestalestari Dwikarya (FLD) memperkuat kolaborasi dengan koperasi pekebun dan Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam mendukung Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) sebagai proram Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat Sekitar (FPKMS) di Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung.
Kolaborasi tersebut menjangkau Desa Kembiri, Desa Lassar, Desa Perpat dan Desa Bantan, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, dengan melibatkan PT FLD sebagai mitra pembangunan dan pendampingan kebun, koperasi sebagai lembaga yang menaungi para pekebun, serta BSI sebagai penyedia fasilitas pembiayaan. Pemerintah desa, kecamatan, dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Belitung turut mendukung pelaksanaan kemitraan sesuai kewenangan masing-masing.
Saat ini, sebanyak 595 pekebun dengan total luas lahan 545,30 hektare telah tergabung dalam program kemitraan strategis PSR PT FLD dan menjadi bagian dari rencana pembangunan kebun untuk FPKMS PT FLD pada 2026. Para pekebun tersebut bergabung di bawah lima koperasi, yaitu Koperasi Sinar Aik Bulan di Desa Lassar yang beranggotakan 142 petani dengan luas lahan lebih dari 99 hektare, Koperasi Kubing Mitra Bersama desa Perpat sebanyak 45 petani dengan luas lebih dari 91 hektare, Koperasi Sawit Sejahtera Besama desa Kembiri sebanyak 176 petani dengan luas 118 hektare, Koperasi Gang Rumpun Jaya desa Bantan sebanyak 156 petani dengan luas lebih dari 100 hektare dan Koperasi Lingkar Mitra desa Perpat sebanyak 76 petani dengan luas lebih dari 124 hektare.
Dalam skema kemitraan tersebut, PT FLD membangun kebun di atas lahan milik pekebun yang tergabung dalam koperasi sekaligus memberikan pendampingan teknis dalam pengelolaannya. Koperasi didampingi oleh PT FLD melalui support Center of Excellence (CoE) PSR Stakeholder & Relationship Specialist melalui kerjasama dengan BSI mendukung pembiayaan pembangunan kebun tersebut. Pembiayaan ini sebagai bagian dari empat pilar kemitraan yang menjadi pondasi Inclusive Close Loop Partnership oleh Sinar Mas Agribusiness and Food sebagai komitmen untuk menyejahterakan masyarakat sekitar. Sinergi ini diharapkan membangun kemitraan yang berkelanjutan sekaligus memberikan kepastian bagi pekebun, mulai dari tahap pembangunan hingga kebun memasuki masa produksi.
Kolaborasi ini kami bangun agar pekebun tidak berjalan sendiri. PT FLD hadir dalam pendampingan teknis, membantu mencarikan akses pembiayaan, serta memberikan kepastian pembelian tandan buah segar. Bersama koperasi, BSI, dan pemerintah daerah, kami ingin membangun kemitraan yang sehat, transparan, dan berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka Panjang,” ujar Yohanes Priono, Plasma Controller PT FLD.
Melalui FPKMS, pekebun mendapatkan akses pembiayaan, pendampingan teknis, serta kepastian pembelian Tandan Buah Segar (TBS) dengan mengacu kepada harga Dinas Perkebunan setempat. Program ini juga diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas dan pendapatan pekebun sekaligus memperkuat kepastian penguasaan dan administrasi lahan.
Senior Vice President SME Banking, Risqi Widayat menyampaikan bahwa sektor perkebunan kelapa sawit rakyat memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, BSI menghadirkan solusi pembiayaan yang mudah, kompetitif dan sesuai prinsip syariah untuk mendukung kebutuhan pekebun dan kelembagaan plasma. “BSI berkomitmen menjadi mitra keuangan terpercaya bagi pekebun dan pelaku usaha di sektor agribisnis. Melalui kerja sama ini, kami berharap petani plasma dapat memperoleh akses pembiayaan yang lebih baik sehingga mampu meningkatkan produktivitas kebun, pendapatan keluarga, dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,“ ucap Risqi.
Kolaborasi antarpihak juga menjadi penting dalam menjawab berbagai tantangan di lapangan. Salah satunya berkaitan dengan status dan administrasi lahan milik pekebun, termasuk potensi tumpang tindih klaim kepemilikan, sehingga memerlukan proses verifikasi dan identifikasi secara mendalam dan menyeluruh. Selain itu, diperlukan skema pembiayaan yang kompetitif sehingga tidak membebani petani dalam menanggung biaya pembangunan kebun kemitraan.
Penguatan kapasitas manajemen koperasi juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Karena itu PT FLD melakukan pendampingan, agar koperasi dapat menjalankan fungsi kelembagaan dan pengelolaan kemitraan dengan baik. Pada 2026, PT FLD menargetkan pembangunan kebun kemitraan strategis seluas lebih dari 545 hektare yang mencakup lahan milik 595 pekebun di Desa Kembiri, Perpat, Lassar, dan Bantan.
Pengembangan tersebut akan melengkapi kebun kemitraan strategis PT FLD yang telah berjalan seluas 530 hektare di Desa Kembiri, Kecamatan Membalong. Melalui kolaborasi antara perusahaan, koperasi, lembaga perbankan, pekebun, dan pemerintah daerah, program kemitraan ini diharapkan dapat memperluas akses pekebun terhadap pembiayaan dan pendampingan, sekaligus mendukung pengelolaan perkebunan sawit yang produktif dan berkelanjutan di Kabupaten Belitung.@
Rel/fd/timEGINDO.com