Filipina Lindungi Kedaulatan Ditengah Ancaman Pemisahan Diri

Menteri Pertahanan Filipina, Gilberto Teodoro
Menteri Pertahanan Filipina, Gilberto Teodoro

Manila| EGINDO.co – Menteri Pertahanan Filipina pada Senin (5 Februari) berjanji untuk “menegakkan dengan tegas” kedaulatan negaranya, bergabung dengan para pejabat keamanan yang berjanji membela negaranya menyusul ancaman separatis yang dilontarkan oleh mantan presiden Rodrigo Duterte.

Duterte pada 30 Januari menyerukan kemerdekaan pulau kampung halamannya, Mindanao, di Filipina selatan, ketika aliansinya dengan Presiden Ferdinand Marcos Jr hancur pekan lalu karena perbedaan pendapat seputar upaya amandemen konstitusi.

“Mandat Departemen Pertahanan Nasional adalah menjamin kedaulatan negara dan keutuhan wilayah nasional sebagaimana tercantum dalam konstitusi,” kata Menteri Pertahanan Gilberto Teodoro dalam sebuah pernyataan.

“Kami akan menegakkan amanah ini secara ketat baik secara eksternal maupun internal,” tambahnya.

Baca Juga :  Filipina Perpanjang Pembatasan Covid-19 Di Ibu Kota

Pernyataan Teodoro menggemakan pernyataan serupa yang dibuat oleh penasihat keamanan nasional, yang pada hari Minggu, mengatakan pemerintah tidak akan ragu untuk “menggunakan otoritas dan kekuatannya untuk memadamkan dan menghentikan segala upaya untuk memecah-belah Republik”.

Duterte membuat sejarah dengan menjadi presiden Filipina pertama yang berasal dari pulau Mindanao yang kaya sumber daya, yang telah dilanda kekerasan dan konflik selama beberapa dekade ketika pemerintah memerangi pemberontak dan ekstremis. Kerusuhan ini telah menghambat investasi dan menyebabkan banyak desa berada dalam kemiskinan.

Panglima Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) Romeo Brawner, mengingatkan pasukannya saat mengunjungi kamp militer di Mindanao pada hari Minggu bahwa “kami bersumpah bahwa kami akan selalu mengikuti rantai komando, setia pada konstitusi dan otoritas yang kami miliki”.

Baca Juga :  AS Tidak Berhak Ceramahi Rusia Tentang Kejahatan Perang

“Mari kita terus menunjukkan bahwa dengan AFP yang kuat dan bersatu, kita akan memiliki Filipina yang kuat dan bersatu,” kata Brawner.

Sumber : CNA/SL

Bagikan :