Faktor Harga Dongkrak Nilai Impor Migas Indonesia pada Juli 2026

Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat lonjakan signifikan pada nilai impor minyak dan gas (migas) Indonesia pada Juli 2026. Kenaikan tajam ini mengindikasikan bahwa pergerakan harga komoditas global memegang peranan yang jauh lebih dominan dibandingkan peningkatan volume permintaan domestik.

Kenaikan Nilai Impor Migas Juli 2026

Nilai impor migas secara tahunan (year-on-year) pada Juli 2026 menembus angka US2,51 miliar. Di sisi lain, volume impor migas pada periode tersebut hanya mengalami pertumbuhan sebesar 15,44%.

Selisih pertumbuhan yang terlampau jauh antara nilai dan volume ini mempertegas adanya eskalasi harga pasar yang turut mendongkrak total nilai belanja migas nasional.

  • Pendorong Utama: Kenaikan impor migas terutama disumbang oleh komoditas hasil minyak dan minyak mentah.

  • Hasil Minyak: Mengalami peningkatan nilai sebesar 49,11% secara tahunan atau naik sekitar US$48,3 juta dibanding Juli 2025.

  • Minyak Mentah: Mencatat lonjakan nilai yang lebih besar, yakni tumbuh 51,68% secara tahunan dengan nilai penambahan mencapai US$406,3 juta.

Kinerja Impor Periode Januari–Juli 2026

Kecenderungan peningkatan ini juga tecermin dalam akumulasi kinerja impor nasional sepanjang tujuh bulan pertama tahun 2026.

Komoditas Januari–Juli 2025 Januari–Juli 2026 Pertumbuhan (yoy)
Migas US$18,38 miliar US$25,77 miliar 40,24%
Nonmigas US$117,80 miliar US$137,56 miliar 16,78%
Total Impor US$136,18 miliar US$163,33 miliar 19,94%

Secara keseluruhan, total nilai impor Indonesia sepanjang Januari hingga Juli 2026 mencapai US$163,33 miliar. Pertumbuhan total perdagangan luar negeri dari sisi impor ini mencerminkan dinamika ekonomi nasional yang masih terus bergerak di tengah penyesuaian harga komoditas global. (Sn)

Scroll to Top