Faktanya Tidak, Anies: Divaksin 2 Kali Bebas Ke Mana Saja

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memberi sambutan usai menyaksikan proses vaksinasi Covid-19 di Sentra Vaksinasi KG di Bentara Budaya Jakarta, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Senin (28/6/2021).
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memberi sambutan usai menyaksikan proses vaksinasi Covid-19 di Sentra Vaksinasi KG di Bentara Budaya Jakarta, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Senin (28/6/2021).

Jakarta | EGINDO.co – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, warga di DKI Jakarta yang sudah divaksin dua kali bisa bebas ke mana saja. Dia mengatakan, pemeriksaan penyekatan akan langsung meloloskan bagi yang sudah menjalani vaksinasi kali kedua. “Jadi kalau mau ke mana-mana, buka aplikasinya (JAKI), tunjukkan Anda hijau, Anda bisa ke mana saja. Warna merah jangan pergi-pergi dulu karena berisiko,” kata Anies dalam rekaman suara, Minggu (1/8/2021) lalu.

Namun, pernyataan Anies Baswendan ini faktanya di lapangan tidak demikian. Para petugas tidak memperdulikan aplikasi JAKI itu. Fatalnya lagi petugas busway di Halte yang jelas jelas dibawah pengawasan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan tidak mautahu dengan aplikasi JAKI berwarna Hijau yang menyatakan bisa bebas kemana saja. “Kami Tidak perduli dengan aplikasi ini,” kata petugas Halte Busway di Sarinah kemarin kepada seorang yang menunjukkan aplikasi JAKI berwarna Hijau miliknya kepada petugas.

Akhirnya warga yang memiliki aplikasi JAKI berwarna Hijau itu kesal karena petugas di halte Busway itu tidak mau tahu dengan apa yang diekspose  Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Hal yang sama juga ditemui EGINDO.co di halte busway Bank Indonesia (BI) Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat. Seorang lelaki yang memiliki aplikasi JAKI berwarna Hijau menunjukkan kepada petugas halte Busway karena ingin ke kawasan kota untuk satu urusan juga tidak diperkenakkan.

Sama saja perlakuannya dengan petugas di Halte Sarinah itu, tidak mau tahu dengan aplikasi JAKI berwarna Hijau yang menyatakan bisa bebas kemana saja. “Apa ini, mana berlaku ini, tidak bisa,” kata petugas Halte Busway di BI itu tidak membolehkan lelaki itu menggunakan busway.

Baca Juga :  BLU Mulai Mandiri Dan Ketergantungan Pada APBN Turun

Sementara itu, EGINDO yang mengkonfirmasi kepada Direktur Operasional PT. Transjakarta, Prasetia Budi belum mendapat jawaban mengapa aplikasi JAKI berwarna Hijau yang menyatakan bisa bebas kemana saja tidak berlaku bagi penumpang busway Transjakarta.

Anies Baswedan yang mengatakan, pemeriksaan penyekatan akan langsung meloloskan bagi yang sudah menjalani vaksinasi kali kedua. “Jadi kalau mau ke mana-mana, buka aplikasinya (JAKI), tunjukkan Anda hijau, Anda bisa ke mana saja. Warna merah jangan pergi-pergi dulu karena berisiko,” kata Anies dalam rekaman suara, Minggu (1/8/2021) lalu juga faktanya di lapangan tidak demikian.

Informasi yang diterima EGINDO kemarin dari Helmi Riza, penduduk Rawa Buaya yang akan ke Depok dengan menunjukkan aplikasi JAKI berwarna Hijau yang menyatakan bisa bebas kemana saja tidak berlaku.

Helmi Riza sangat menyayangkan pernyataan Anies Baswedan yang ternyata hanya pepesan kosong di lapangan dan anehnya petugas mempertanyakan apa itu aplikasinya (JAKI) kok bisa bebas kemana [email protected]

TimEGINDO.co