Oleh: Ir. Fadmin Malau
BANYAK yang bertanya, mengapa PT. Pegadaian berbicara tentang lingkungan sosial, bicara tentang pembangunan berkelanjutan. Banyak yang mengatakan bahwa PT Pegadaian adalah perusahaan jasa keuangan berbentuk Perseroan (Persero) dan anak perusahaan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang fokus pada layanan gadai, menawarkan pinjaman dengan jaminan barang bergerak serta layanan keuangan lainnya seperti jasa titipan, taksiran, dan pembayaran multi-payment.
Benar, PT Pegadaian merupakan satu dari banyak perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terdaftar pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang merupakanlembaga negara independen dibentuk berdasarkan UU Nomor 21 Tahun 2011 untuk mengatur dan mengawasi secara terintegrasi seluruh kegiatan sektor jasa keuangan di Indonesia, termasuk perbankan, pasar modal, dan sektor lainnya.
Nah, wajar banyak yang bertanya apa hubungannya PT. Pegadaian dengan lingkungan sosial, dengan pembangunan berkelanjutan sehingga menerapkan Environmental Social Governance (ESG) dimana ESG adalah standar atau pedoman yang digunakan perusahaan dalam menjalankan pembangunan berkelanjutan atau sustainable development. ESG juga berfungsi untuk mengukur dampak atau menjadi parameter dalam pembangunan yang dilaksanakan perusahaan. ESG merupakan instrumen kriteria yang terukur dan terstandarisasi digunakan investor dan pemangku kepentingan lain untuk menilai kinerja keberlanjutan perusahaan secara komprehensif dan mengelola risiko.
Tegasnya ESG untuk meningkatkan kesadaran seputar lingkungan, sosial, dan tata kelola (Governance) telah mengubah paradigma pada dunia bisnis dan investasi. Jelasnya ESG singkatan dari Environmental (Lingkungan), Social (Sosial), dan Governance (Tata Kelola) yang menjadi konsep dalam dunia bisnis dan investasi.
Dari penjelasan tentang ESG terungkap pemahaman yang mendalam bahwa PT.Pegadaian memang layak dan harus menerapkan ESG dimana paradigma pada dunia bisnis dan investasi berorientasi kepada lingkungan, sosial dan tata kelola yang terukur.
Pegadaian memiliki sejarah panjang yang dimulai pada abad ke-18 dan resmi didirikan pada 1 April tahun 1901 di Sukabumi oleh pemerintah Belanda. PT Pegadaian merupakan salah satu perusahaan BUMN yang terdaftar pada OJK merupakan perusahaan jasa keuangan berbentuk Perseroan (Persero) yang fokus pada layanan gadai, menawarkan pinjaman dengan jaminan barang bergerak serta layanan keuangan lainnya seperti jasa titipan, taksiran, dan pembayaran multi-payment.
Untuk itu wajar dan tepat PT. Pegadaian berbicara tentang Environmental Social Governance (ESG) dalam melaksanakan aktivitasnya, melakukan usahanya dengan menerapkan ESG sebagai standar atau pedoman yang digunakan perusahaan dalam menjalankan aktivitas usaha, layanan gadai, menawarkan pinjaman dengan jaminan barang bergerak serta layanan keuangan lainnya seperti jasa titipan, taksiran, dan pembayaran multi-payment serta mengelola bisnis untuk menjalankan pembangunan berkelanjutan atau sustainable development.
Semakin penting PT. Pegadaian menerapkan ESG dalam era globalisasi ekonomi sekarang ini ESG sebagai alat pengukuran untuk mengevaluasi dampak sosial dan keberlanjutan dari investasi yang dilakukan oleh perusahaan dan mengintegrasikan operasional bisnis perusahaan dalam pengambilan keputusan. Hal itu menyangkut bisnis dan investasi perusahaan dalam mengelola risiko, membangun reputasi, menciptakan dampak positif terhadap lingkungan dan masyarakat guna berkontribusi pada dunia bisnis yang lebih berkelanjutan.
Perusahaan Mewujudkan Prinsip Keberlanjutan
Pegadaian menerapkan ESG sebagai komitmen perusahaan dalam mewujudkan prinsip keberlanjutan dari produk-produk layanan Pegadaian kepada nasabah dan masyarakat. Pegadaian salah satu perusahaan yang menonjol dalam penerapan ESG, memiliki program mengurangi emisi karbon dan limbah kertas dalam aktivitas layanan berbasis digital dan online.
Pegadaian menunjukkan komitmen terhadap ESG melalui berbagai inisiatif seperti program “Memilah Sampah Menabung Emas” yang terintegrasi dengan ekonomi sirkular dan meraih penghargaan ICSA Silver 2024 lalu. Kini popular pada media sosial (Medsos) kata kunci Pegadaian mengEMASkan Indonesia dan hashtag #mengEMASkanindonesia.
Perusahaan aktif memberdayakan UMKM melalui layanan keuangan inklusif, berinovasi dalam energi hijau, dan meningkatkan transparansi serta akuntabilitas dalam tata kelola perusahaan dengan menerbitkan Laporan Keberlanjutan tahunan.
Dalam misi ekonomi sirkular, Pegadaian melalui program Memilah Sampah Menabung Emas, Pegadaian mengubah sampah menjadi nilai ekonomi melalui tabungan emas, sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular. Kemudian Pegadaian tampil dengan inovasi energi hijau dimana Pegadaian berinvestasi dalam inovasi energi hijau untuk mendukung kelestarian lingkungan.
Komitmen sosial diwujudkan Pegadaian dengan pemberdayaan UMKM sebagai bagian dari holding ultra mikro, Pegadaian berkomitmen mendukung UMKM untuk naik kelas melalui layanan keuangan inklusif yang menunjukkan kepedulian sosial dan pemberdayaan masyarakat. Hal itu diwujudkan pada layanan inklusif dimana Pegadaian sebagai lembaga pembiayaan sosial yang fokus pada penyediaan layanan keuangan yang dapat diakses oleh masyarakat luas.
Dalam pengelolaan atau berkomitmen dalam tata kelola Pegadaian terus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam proses pengambilan keputusan dan pengawasan internal, sejalan dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Kemudian Pegadaian membuat laporan berkelanjutan dimana dilakukan penerbitan laporan keberlanjutan (Sustainability Report) secara berkala menjadi bukti nyata komitmen Pegadaian dalam mengelola dampak negatif terkait isu lingkungan dan sosial.
Apa yang dilakukan Pegadaian selama ini telah mendapat pengakuan dan apresiasi seperti dari Indonesia Corporate Sustainability Award yang mana Pegadaian meraih peringkat Silver di ICSA 2024, yang mengakui kontribusi kuat perusahaan dalam menerapkan prinsip keberlanjutan dalam operasionalnya.
Pengakuan Pegadaian Dalam Komitmen ESG
Pengakuan Environmental Social Governance (ESG) Pegadaian menyoroti komitmen perusahaan mewujudkan prinsip keberlanjutan dinyatakan dalam keterangan pers resmi dari PT. Pegadaian pada Selasa 23 Januari 2024 tahun lalu.
Dalam siaran persnya yang dilansir penulis atau EGINDO.com kembali menyebutkan PT Pegadaian terus mendorong penerapan Environmental, Social, and Governance (ESG) di lingkungan perusahaan. Upaya ini dilakukan salah satunya dengan menggelar workshop ‘Implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG)’ di The Gade Tower, Jakarta, hari ini Selasa 23 Januari 2024.
Kegiatan ini merupakan rangkaian komitmen jangka panjang Pegadaian sekaligus tanggung jawab sosial dan lingkungan dari perusahaan. Adapun dimulainya implementasi ESG ini ditandai dengan peresmian oleh Direktur Utama PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan.
Dalam sambutannya, Damar menjelaskan tentang komitmen Pegadaian terhadap sustainability, termasuk kontribusi perusahaan pada 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) melalui berbagai aktivitas dan program. Ia mengatakan integrasi ESG ke dalam model bisnis perusahaan bukan hanya tentang memenuhi standar global, tetapi juga tentang memberikan dampak positif berkelanjutan pada masyarakat dan lingkungan.
“Melalui program ESG, kita dapat meningkatkan transparansi serta pengawasan terhadap aktivitas Perusahaan dalam menghindari dampak negatif terkait isu lingkungan, sosial, serta tata kelola. Pegadaian telah menunjukkan komitmen dalam sustainability, yang dibuktikan dengan beberapa hal, diantaranya yaitu penerbitan Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report) dari tahun ke tahun, serta diraihnya penghargaan di berbagai kategori terkait sustainability. Adanya workshop ini menjadi titik balik untuk membawa perubahan positif bagi masa depan berkelanjutan, jadi harapannya kedepan kita semakin amanah untuk melanjutkan implementasi yang lebih menyeluruh ke dalam aktivitas korporasi,” ujar Damar dalam keterangannya, Selasa (23/1/2024).
Damar mengungkapkan komitmen Pegadaian terhadap ESG menjadi respons terhadap kebutuhan perusahaan untuk mengadopsi praktik bisnis berkelanjutan. Hingga kini, Pegadaian telah melakukan berbagai inisiatif penerapan ESG mulai dari, pengelolaan lingkungan, praktik sosial yang bertanggung jawab, hingga tata kelola perusahaan yang baik.
Selain itu, Pegadaian juga menerapkan program social financing untuk memitigasi atau mengatasi permasalahan sosial yang ada. Hal ini sejalan dengan visi perusahaan untuk ‘Menjadi The Most Valuable Financial Company di Indonesia dan Sebagai Agen Inklusi Keuangan Pilihan Utama Masyarakat’.
Dikatakan Damar, kedepannya Pegadaian akan meningkatkan penggunaan energi terbarukan, mengurangi emisi karbon, memperkuat risiko terkait perubahan iklim, serta mempromosikan Green Saving Bond atau instrumen keuangan lainnya sejalan dengan POJK No.18 Tahun 2023. Ia berharap langkah akan memperkuat posisi Pegadaian sebagai perusahaan yang bertanggung jawab dan visioner di mata stakeholder dan masyarakat.
Pegadaian juga akan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam proses pengambilan keputusan dan tata kelola perusahaan melalui penerapan prinsip-prinsip tata kelola yang baik (good corporate governance). Melalui workshop, Damar berharap kesadaran dan kolaborasi dalam implementasi ESG dapat meningkat terhadap pembangunan berkelanjutan di Indonesia.@
***
Penulis adalah wartawan media online EGINDO.com