Jakarta | EGINDO.com – Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi mengungkapkan, pengujian B50 ini dilakukan secara mandiri karena belum ada rujukan serupa di dunia. Pemerintah secara intensif melakukan tinjauan teknis setiap minggu terhadap seluruh sektor yang menjalankan pengujian sejak 9 Desember lalu
“Pengujian B50 ini tidak ada rujukan di dunia, sehingga kita benar-benar terbuka untuk teman-teman yang melakukan pengujian. Secara keseluruhan itu tiap minggu review. Tiap minggu kita mengadakan pertemuan untuk review teknis,” kata Eniya di Pengawas Urusan Kereta (PUK) Lempuyangan, Yogyakarta, pada Senin (27/4/2026).
Pemerintah terus mematangkan persiapan implementasi mandatori biodiesel 50% atau B50 yang ditargetkan mulai berlaku pada 1 Juli 2026. Hingga saat ini, serangkaian uji teknis di berbagai sektor menunjukkan hasil yang positif, baik dari sisi performa mesin maupun kualitas emisi.
Dari sisi progres, Eniya mencatat sektor pertambangan telah menyelesaikan tahap pengujian selama dua bulan di tiga badan usaha dengan hasil yang memuaskan pada low speed engine. Sementara itu, untuk sektor otomotif atau high speed engine, pengujian dijadwalkan rampung pada Mei mendatang dengan melibatkan berbagai pabrikan dari Jepang, Korea, hingga Eropa. Eniya bilang, hasil sementara pada mesin otomotif menunjukkan performa yang meningkat.
“Di situ semua pengujian di atas saran dari pabrikan. Jadi, misalnya filter harus diganti di 10.000 (Kilometer/Km). Nah, ternyata kemarin 30.000 (Km) aja belum ganti. Jadi, ini memang kualitas FAME dan kualitas solarnya itu bagus 50-50. Dan semua naik performanya,” jelasnya.
Eniya menekankan, penggunaan B50 saat ini menjadi respon tepat pemerintah di tengah tingginya harga minyak dunia. Apalagi, harga bahan bakar nabati produksi domestik saat ini terpantau jauh lebih rendah dibandingkan harga solar, sehingga mampu memberikan efisiensi sekaligus menurunkan kadar sulfur dan emisi.
Selain otomotif dan tambang, pengujian juga merambah ke sektor perkeretaapian, alat pertanian, hingga pembangkit listrik (genset). Untuk genset, pengujian difokuskan pada ketahanan penyimpanan (storage) biodiesel sebagai backup power di dua lokasi di Kalimantan guna melihat keandalan mesin saat dinyalakan setelah masa penyimpanan 3 hingga 6 bulan.@
Bs/kt/fd/timEGINDO.com