Emas Turun Tipis Setelah Reli Dipicu Pemotongan Suku Bunga Fed

Karyawan menunjukkan imitasi emas batangan Antam di Butik Emas, Jakarta
Karyawan menunjukkan imitasi emas batangan Antam di Butik Emas, Jakarta

Chicago, | EGINDO.co – Emas bertahan relatif stabil pada akhir perdagangan Rabu (4/3/2020) atau Kamis (5/3/2020) pagi WIB setelah melonjak pada sesi sebelumnya dipicu penurunan suku bunga mengejutkan Federal Reserve AS, karena penguatan dolar dan kenaikan kuat sentimen risiko membatasi kenaikan logam kuning.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di Bursa Comex turun tipis 1,4 dolar AS atau 0,09 persen, menjadi menetap di 1.643 dolar AS per ounce. Emas berjangka melonjak 49,6 dolar AS atau 3,11 persen, menjadi menetap di 1,644,4 dolar AS per ounce, sehari sebelumnya.

Sementara itu, di pasar spot emas diperdagangkan datar di 1.639,43 dolar AS per ounce pada pukul 13.46 waktu setempat (18.46 GMT). “Kami memiliki banyak orang yang berfokus pada ekuitas AS saat ini, juga emas mencerna beberapa langkah yang terjadi kemarin setelah penurunan suku bunga Fed,” kata Michael Matousek, kepala pedagang di Global Investors AS.

Selera risiko di kalangan investor meningkat setelah kemenangan besar Joe Biden di pemilihan pendahuluan “Super Tuesday” Demokrat, yang membantu meningkatkan pasar saham AS.

Emas mencatat kinerja terbaiknya sejak Juni 2016 pada Selasa (3/3/2020), naik sebanyak 3,7 persen, setelah bank sentral AS menurunkan suku bunga sebesar 50 basis poin dalam langkah darurat untuk melindungi ekonomi terbesar dunia dari dampak virus corona.

Ini adalah pemotongan pertama The Fed di luar pertemuan yang dijadwalkan sejak krisis keuangan 2008. “Kami memiliki suku bunga negatif di seluruh dunia dan mungkin kita bisa melihat lebih banyak suku bunga negatif di masa depan … ada ketidakpastian dari virus yang mengintai, sehingga investor memiliki alasan mengapa emas harus ada dalam portofolio mereka,” tambah Matousek.

Suku bunga AS yang lebih rendah memberikan tekanan pada dolar dan imbal hasil obligasi, meningkatkan daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil. Membatasi kenaikan emas, indeks dolar naik 0,4 persen setelah jatuh ke level terendah dua bulan di sesi sebelumnya.

Pasar sekarang menunggu laporan Beige Book Fed, yang akan menawarkan snapshot pertama dari kontak bisnis bank sentral tentang seberapa dalam virus corona berdampak pada ekonomi domestik. “Kami berasumsi bahwa bank sentral lain akan mengikuti contoh Fed dan juga akan melonggarkan kebijakan moneter mereka dalam waktu dekat,” tulis analis Commerzbank dalam sebuah catatan.

“Harga emas kemungkinan akan naik lebih lanjut dalam jangka pendek didukung langkah pelonggaran baru oleh berbagai bank sentral.”

Di tempat lain, paladium naik 1,3 persen menjadi 2.533,52 dolar AS per ounce, sementara platinum turun 0,2 persen menjadi 873,17 dolar AS. Perak naik 0,2 persen menjadi 17,21 dolar AS per ounce.

Permintaan platinum industri otomotif akan naik untuk pertama kalinya sejak 2016, tetapi akan terlalu sedikit untuk mengimbangi penurunan pembelian investasi, meninggalkan pasar dalam surplus, kata Dewan Investasi Dunia Platinum.

Di pasar berjangka, perak untuk pengiriman Mei bertambah 5,8 sen atau 0,34 persen, menjadi ditutup pada 17,246 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik 5,9 dolar AS atau 0,68 persen, menjadi 875,2 dolar AS per [email protected]

Ap/an/TimEGINDO.co