Emas Antam Sentuh Rp2,64 Juta per Gram, Intip Proyeksi Global Saat Investor Mulai ‘Wait and See’

Pramuniaga menunjukkan emas batangan
Pramuniaga menunjukkan emas batangan

Jakarta|EGINDO.co Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terpantau stagnan cenderung kokoh pada perdagangan Kamis pagi (2/7/2026). Berdasarkan data resmi logammulia.com, pecahan terkecil yakni bodi 0,5 gram hari ini dibanderol sebesar Rp1.370,000 untuk harga dasar sebelum komponen pajak.

Bagi para investor mikro yang mengincar ukuran standar 1 gram, Anda harus merogoh kocek sebesar Rp2.640,000. Sementara itu, untuk ukuran penengah seperti pecahan 10 gram berada di angka Rp25.895.000, dan bagi korporasi atau investor kelas kakap yang memburu ukuran terbesar 1 kilogram (1.000 gram), harganya bertengger di posisi Rp2.580.600.000.

Perlu diingat oleh para pelaku pasar, transaksi pembelian logam mulia ini juga dibebankan aturan pajak formal. Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017, setiap agen pembeli yang melampirkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) akan dikenakan potongan PPh 22 sebesar 0,25%.

Berikut adalah rincian lengkap harga beli emas hari ini dalam dua skema (Harga Dasar vs Harga setelah Pajak PPh 0,25%):

Berat Emas Harga Dasar (Rp) Harga + PPh 0,25% (Rp)
0,5 gram 1.370.000 1.373.425
1 gram 2.640.000 2.646.600
2 gram 5.220.000 5.233.050
3 gram 7.805.000 7.824.513
5 gram 12.975.000 13.007.438
10 gram 25.895.000 25.959.738
25 gram 64.612.000 64.773.530
50 gram 129.145.000 129.467.863
100 gram 258.212.000 258.857.530
250 gram 645.265.000 646.878.163
500 gram 1.290.320.000 1.293.545.800
1.000 gram 2.580.600.000 2.587.051.500

Sentimen Pasar & Proyeksi Global

Mengutip laporan analisis komoditas dari Bloomberg, stabilitas harga emas di pasar domestik ini berjalan beriringan dengan pergerakan konsolidasi di pasar spot global. Investor global tampaknya masih cenderung mengambil sikap wait and see (menanti dan memantau) terhadap rilis data makroekonomi Amerika Serikat yang dijadwalkan meluncur akhir pekan ini, yang diproyeksi bakal menyetir arah kebijakan suku bunga bank sentral AS (The Fed).

Di sisi lain, melansir ulasan pasar dari Reuters, tingginya tensi geopolitik di beberapa kawasan dunia serta ketidakpastian ekonomi makro masih terus mempertahankan fungsi komoditas kuning ini sebagai aset lindung nilai (safe haven). Para analis menilai, meski pergerakannya hari ini cenderung mendatar, ruang bagi komoditas emas untuk kembali menembus rekor tertinggi barunya masih terbuka lebar sepanjang paruh kedua tahun ini. (Sn)

Scroll to Top