Ekspor Nonmigas Indonesia ke China Tembus US$47,44 Miliar, Naik 17,42%

Ilustrasi Arus logistik dan pertumbuhan ekonomi ekspor nonmigas dari Indonesia ke China
Ilustrasi Arus logistik dan pertumbuhan ekonomi ekspor nonmigas dari Indonesia ke China

Jakarta|EGINDO.co Kinerja ekspor nonmigas Indonesia menunjukkan pertumbuhan positif sepanjang Januari–Agustus 2026. Salah satu pasar utama yang mencatat peningkatan signifikan adalah China, dengan nilai ekspor mencapai US$47,44 miliar, naik 17,42% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono mengatakan, pertumbuhan ekspor Indonesia ke China terutama ditopang oleh meningkatnya pengiriman nikel dan barang daripadanya, lemak dan minyak hewani atau nabati, serta bahan bakar mineral.

Selain China, ekspor nonmigas Indonesia ke Amerika Serikat juga meningkat menjadi US$22,41 miliar, dari US$20,59 miliar pada Januari–Agustus 2025. Komoditas utama ke negara tersebut adalah mesin dan perlengkapan elektrik beserta bagiannya, dengan porsi 15,42%, meski secara kumulatif nilainya mengalami penurunan 8,63%.

Sementara itu, ekspor nonmigas ke India naik menjadi US$12,77 miliar, dari US$12,56 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Ekspor ke India terutama ditopang oleh komoditas bahan bakar mineral yang memiliki porsi 32,07%.

Secara keseluruhan, nilai ekspor nonmigas Indonesia pada Januari–Agustus 2026 mencapai US$185,63 miliar, tumbuh 5,48% dibandingkan periode yang sama pada 2025.

BPS mencatat, pertumbuhan tersebut turut didukung sektor industri pengolahan yang tumbuh 7,87% secara kumulatif dan memberikan andil 6,30% terhadap pertumbuhan total ekspor.

Peningkatan ekspor industri pengolahan terutama berasal dari produk olahan nikel, kimia dasar organik berbasis hasil pertanian, aluminium, kimia dasar anorganik lainnya, serta tembaga. (Sn)

Scroll to Top