Eks Menpan RB T.B. Silalahi Meninggal Dunia

Mantan MenPAN TB Silalahi tutup usia
Mantan MenPAN TB Silalahi tutup usia

Jakarta|EGINDO.co Kabar duka menyelimuti Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) lantaran salah satu mantan menteri, yaitu Letjen TNI (Purn.) T.B. Silalahi meninggal dunia pada Senin (13/11/2023).

Kabar duka ini dibenarkan oleh Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani.

Kamhar menyebut kabar meninggalnya T.B. Silalahi diketahuinya lewat menantu almarhum, Milton Pakpahan.

“Benar informasinya seperti itu. Berita duka tersebut telah tersebar di beberapa WhatsApp grup Partai Demokrat yang sumber informasinya dari Bang Milton Pakpahan menantu almarhum,” kata Kamhar saat dihubungi Tribunnews.com, Selasa (14/11/2023).

Kabar duka ini juga disampaikan oleh Panglima TNI Laksamana Yudo Margono lewat akun X Pusat Penerangan (Puspen) TNI.

“Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono,mengucapkan turut berduka cita atas wafatnya: Letjen TNI (Purn) Dr. T.B. Silalahi, SH.”

Baca Juga :  Atlet Paratenis Meja David Jacobs Meninggal Dunia

“Semoga Tuhan YME menerima semua amal ibadahnya,mengampuni segala dosa dan kesalahannya.Aamiin,” tulis Puspen TNI.

Sebagai informasi, T.B. Silalahi adalah eks Menpan RB di era pemerintahan Soeharto, yaitu dari tahun 1993—1998.

Dikutip dari Tribun Medan, dia adalah sosok kelahiran Pematangsiantar pada 17 April 1938 dan memiliki nama panjang Tiopan Bernard Silalahi.

Dia adalah lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1961 dan memiliki jabatan tertinggi di dalam militer sebagai Asisten I Kasad dengan pangkat Mayor Jenderal atau Mayjen tahun 1988.

Kendati demikian, dia merintis karier dalam bidang militer dengan jabatan pertama kali sebagai Danton Yonkav 4 Siliwangi dalam operasi Kamdagri di Jawa Barat pada tahun 1962.

Kemudian, ia sempat mengemban beberapa jabatan seperti Wadanki dalam operasi Kamdagri di Sulawesi Selatan 1963 hingga 1965 yang bersamaan dengan operasi Dwikora.

Baca Juga :  Waspada, Penipuan QRIS Kotak Amal Masih Rentan Terjadi

Kemudian, pada tahun 1972, ia menjabat sebagai Danyonkav 8 Tank Kostrad.

T.B. Silalahi juga sempat diutus ke Timur Tengah pada tahun 1973 ketika terjadinya perang antara Israel dan Mesir.

Dalam hal ini, dia diutus sebagai salah satu tentara pasukan PBB.

Selain sebagai anggota militer, dia pun sempat juga menjadi dosen di Sesko AD pada tahun 1974.

Kecintaannya kepada dunia pendidikan terbukti dengan mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Gregorio Araneta pada 8 Agustus 1996 di Manila, Filipina.

Selanjutnya, ia mendapatkan kepercayaan sebagai Sekretaris Jenderal Departemen Pertambangan dan Energi pada tahun 1988.

Dan pada masa kepemimpinan Soeharto, TB Silalahi dipercayakan sebagai Menpan RB dan pangkatnya naik menjadi Letnan Jenderal (Letjen).

Dia kembali masuk dalam kabinet era pemerintahan Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Baca Juga :  Dana Umumkan Transaksi Dengan Sinarmas Dan Lazada

T.B. Silalahi ditunjuk menjadi penasihat presiden yang kemudian pada tahun 2006 menjadi Utusan Khusus Presiden untuk Timur Tengah.

Setahun setelahnya, ia diangkat menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) dalam bidang pertahanan dan keamanan.

Di sisi lain, T.B. Silalahi juga sempat membangun sebuah museum bernama Museum Batak T.B. Silalahi Center di Toba Samosir, Sumut pada tahun 2021.

Dikutip dari Tribunnewswiki, museum ini dibangun sebagai wadah untuk memotivasi generasi muda agar terus meraih cita-cita dengan melihat pengalaman T.B. Silalahi, mulai dari kecil sebagai anak pengembala kerbau hingga menjadi seorang Jenderal.

Selain itu, dia juga mendirikan asrama untuk siswa yang akan bersekolah di SMP Negeri 2 Balige.

Sumber: Tribunnews.com/Sn

 

Bagikan :