Jakarta|EGINDO.co Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengapresiasi capaian pertumbuhan ekonomi wilayahnya yang tercatat sebesar 5,18% pada kuartal II tahun 2025. Angka ini melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di level 5,12% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan bahwa capaian ini menjadi bukti bahwa pengelolaan Jakarta semakin tertata, meski diakui tidak mudah mengelola kota metropolitan dengan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. “Jakarta saat ini menyumbang sekitar 16% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Artinya, kota ini dikelola dengan baik,” ujarnya dalam keterangan resmi di Balai Kota, Rabu (6/8/2025).
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi disumbang oleh sektor transportasi dan pergudangan yang tumbuh sebesar 9,90%. Dari sisi pengeluaran, ekspor barang dan jasa menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 17,26% pada periode yang sama.
Pramono juga menegaskan bahwa Jakarta akan terus bersikap inklusif dan terbuka bagi masyarakat dari seluruh penjuru Indonesia. “Saya sering dikritik karena Jakarta dianggap terlalu terbuka. Tapi prinsip saya jelas: Jakarta adalah rumah untuk semua. Bukan hanya untuk kelompok tertentu,” tegasnya.
Beralih ke skala nasional, BPS Pusat melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan mencapai 5,12% yoy pada kuartal II/2025. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud, menjelaskan bahwa industri pengolahan menjadi penopang utama pertumbuhan dengan kontribusi sebesar 1,13%. Selain itu, sektor perdagangan menyumbang 0,70%, informasi dan komunikasi 0,53%, serta konstruksi 0,47%.
“Seluruh lapangan usaha tumbuh positif dibanding periode yang sama tahun lalu. Lima sektor utama, yaitu industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan, menyumbang hingga 63,59% terhadap total PDB,” ujar Edy dalam rilis pers BPS, Selasa (5/8/2025).
Ia juga mencatat bahwa sektor jasa lainnya mencatatkan pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 11,31%, mencerminkan pulihnya aktivitas masyarakat dan permintaan terhadap layanan jasa.
Berdasarkan laporan Katadata.co.id (5 Agustus 2025), penguatan ekonomi nasional turut ditopang oleh pulihnya konsumsi rumah tangga dan meningkatnya investasi, terutama pada sektor infrastruktur dan manufaktur. Di sisi lain, Tempo.co mencatat bahwa DKI Jakarta berhasil menjaga momentum pertumbuhan berkat percepatan proyek transportasi publik serta pengembangan kawasan ekonomi digital, termasuk UMKM berbasis teknologi yang terus tumbuh pesat.
Sumber: Bisnis.com/Sn