Oleh: Matthew H. Chandra
Ditengah derasnya arus digitalisasi dan tantangan ekonomi global, kemampuan untuk berpikir kritis, beradaptasi dengan tren digital, berikut kemampuan mengelola keuangan dengan bijak menjadi kebutuhan utama bagi generasi muda. Menjembatani kebutuhan referensi atas hal tersebut, Eka Tjipta Foundation (ETF) menghadirkan pelatihan “Cakap Digital, Cerdas Finansial: Kunci Sukses Generasi Vokasi”, yang dirancang untuk memperkuat kompetensi guru dan siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) agar semakin siap menjalani era digital.
Pelatihan berlangsung di SMK Strada 1 Jakarta pada 23 September 2025, kemudian berlanjut ke SMK Kanisius Ungaran pada 25 September 2025, dan ditutup di SMK Ananda Bekasi pada 30 September 2025, yang keseluruhan dihadiri hingga 379 peserta.
Dalam sesi literasi digital, Head of Corporate Communications & CSR XLSMART, Dani M. Akhyar mengajak peserta memahami terlebih dulu empat pilar penting dalam bermedia digital, yakni kecakapan, etika, keamanan, dan budaya digital. Dirinya mengajak peserta mengenali potensi dan risiko dunia digital, mulai dari menjaga data pribadi, menghindari pelanggaran hak cipta, hingga membangun citra positif di ruang digital.
Sementara OTT and Data Intelligence MyRepublic, Henry Suhatman di Ungaran menyoroti pentingnya kemampuan beradaptasi dan berinovasi di era kecerdasan buatan (AI). Ia menyampaikannya sembari menunjukkan contoh penerapan AI dalam berbagai bidang vokasi seperti teknik, bisnis, dan pariwisata.
Dalam sesi literasi keuangan, duet Windiana dari Asuransi Sinar Mas dan Head Training Agency Development Asuransi Sinar Mas, Triyanto Susilo membimbing para guru dan siswa untuk memahami dasar-dasar pengelolaan keuangan pribadi, membedakan kebutuhan dan keinginan, bagaimana membagi anggaran 50/30/20, serta pentingnya dana darurat dan proteksi finansial.
Selain itu, hadir Agency Manager Bank Sinarmas, Yohanes Aditya Sulistyo yang memperkenalkan program Simpanan Pelajar (SIMPEL) untuk menumbuhkan kebiasaan menabung sejak dini.
Sambutan positif datang dari para peserta, seperti Dava Prastianto dari SMK Kanisius Ungaran yang mengungkapkan, “Saya jadi paham bagaimana memanfaatkan media sosial untuk hal positif dan produktif. Materi AI membantu kami siap bekerja di era digital.” Respon senada juga datang dari para guru.
Seorang guru SMK Strada 1 Jakarta, Ediarman Sigalingging menegaskan, “Pelatihan ini membuka wawasan kami tentang integrasi AI dalam pembelajaran dan literasi keuangan yang aplikatif. Ini bekal penting untuk membentuk generasi vokasi yang cakap digital dan cerdas finansial.”
Peningkatan literasi digital dan keuangan adalah salah sebuah jalan yang ditempuh ETF guna memperkuat ekosistem pendidikan vokasi di Indonesia, utamanya pada sekolah-sekolah binaan. Sejalan dengan upaya membangun generasi muda Indonesia yang unggul dan berdaya saing global melalui program Revitalisasi SMK.@
***