Efendy Naibaho: Rencana Rumah Sakit Internasional Sebaiknya Dibangun di Siantar, Bukan di Medan

Efendy Naibaho
Efendy Naibaho

Medan | EGINDO.com – Tentu saja banyak warga Sumatera Utara berterimakasih dengan adanya rencana Gubernur Sumatera Utara yang akan membangun Rumah Sakit Internasional yang disebut-sebut lokasinya akan berada di Medan. Terimakasih kepada Gubernur Bobby Nasution yang merancang membangun rumah sakit internasional itu, kata Efendy Naibaho, pada Selasa (19/5/2026) dalam siaran persnya kepada EGINDO.com.

Efendy Naibaho, yang pernah dua periode menjabat wakil rakyat di DPRD Provinsi Sumut itu menyarankan kepada gubernur, lokasinya sebaiknya di Siantar saja karena kota itu persis di tengah  Provinsi Sumatera Utara hingga memudahkan rakyat di Nias, Sibolga, Padang Sidempuan, Labuhan Batu dan kawasannya, tidak harus  jauh – jauh datang ke Medan.

Apalagi jika ada yang harus dilakukan dengan tindakan darurat, tidak  harus jauh-jauh lagi dari daerah-daerah tersebut. Kalau di Siantar rumah sakitnya, bisa saja orang Jakarta dan luar negeri akan berobat ke sana kemudian setelah itu berwisata ke Danau Toba.

Siantar dan Simalungun sendiri tentu akan semakin hidup dan berkembang khususnya kuliner, UMKM dan homestay-homestay-nya. “Silakan diputuskan Pak Gubernur dan saya yakin, ujar Efendy Naibaho, anak Medan yang kini mar-sipature hutana be di Pangururan, bupati dan walikota di  seputaran kota dan kabupaten itu  pasti mendukung penuh. Saya juga siap-siap  menjagokan Pak Bobby dua periode menjadi Gubernur Sumut, serius,” katanya.

Di Medan, dijelaskan jurnalis senior dan politisi itu, sudah banyak rumah sakit yang berkelas, ya RS Murni Teguh, Columbia, Elisabeth dan lainnya. Malah ada yang dikelola pemerintah seperti RS Pirngadi dan RS Adam Malik. Ketika pengalihan RS Pirngadi dari Pemrovsu ke Pemko Medan, Efendy Naibaho juga ikut berperan walau saat ini agak menyesal juga.

Ia juga menceritakan mengapa dulunya banyak yang berobat ke luar negeri seperti Penang antara lain karena setelah berobat, bisa berwisata ke Singapura dan lainnya. Teori ini yang harus dilakukan untuk membangun rumah sakit internasional di Siantar dalam kaitan dengan KSPN I Kawasan Strategis Pariwisata Nasional l.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, sebagaimana diberitakan berbagai media, terus mendorong percepatan layanan kesehatan unggulan bagi masyarakat. Salah satunya melalui rencana menghadirkan rumah sakit bertaraf internasional di Sumut, yang tetap dapat melayani pasien BPJS Kesehatan.

Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan Gubernur bersama sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), pimpinan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan jajaran direksi Rumah Sakit Haji Medan, di ruang kerja Gubernur Sumut, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, pada Senin 18 Mei 2026 lalu.

Dalam pertemuan itu, Bobby Nasution memastikan kesiapan skema pembangunan rumah sakit yang direncanakan berdiri di Kota Medan. Ia menekankan pentingnya kesiapan fasilitas kesehatan, alat kesehatan (alkes), sumber daya manusia (SDM), hingga kualitas pelayanan yang maksimal bagi masyarakat. Bobby juga menginginkan rumah sakit tersebut menghadirkan pelayanan kesehatan dengan fasilitas yang nyaman dan modern layaknya hotel berbintang lima.

 

Kepala Dinas Kesehatan Sumut Faisal Hasrimy mengatakan, rumah sakit bertaraf internasional tersebut akan dibangun melalui pola kolaborasi pemerintah dan swasta, dengan sistem Kerja Sama Operasional (KSO).

Menurut Faisal, skema KSO dipilih karena dinilai lebih efektif dan efisien.  Selain mempercepat operasional rumah sakit, pola tersebut juga dinilai mampu meminimalkan risiko pengelolaan SDM dan manajemen. “Dengan sistem KSO, Pemprov Sumut tidak perlu membangun kapasitas operasional rumah sakit dari nol. Selain itu, mitigasi risiko SDM dan manajemen lebih baik, operasional lebih cepat, aset tetap dimiliki pemerintah, fleksibel secara administratif, dan kualitas layanan tetap terjaga,” ujar Faisal.

Faisal menjelaskan, proyek rumah sakit ini merupakan kolaborasi antara PT Dirga Surya, PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU), RS Haji Medan, RS Mitra (RS An-Nisa) dan PT Bank Sumut. Skema operasional KSO melibatkan tiga pihak utama, yakni PT Dirga Surya, RS Haji Medan, dan RS Mitra (RS An-Nisa). PT Dirga Surya bertugas menyediakan aset, RS Mitra mengelola layanan operasional sesuai standar profesional, sedangkan RS Haji Medan memastikan mutu layanan, tata kelola, dan keberlanjutan rumah sakit. “Rumah sakit bertaraf internasional ini untuk pasien BPJS Kesehatan. Tujuannya mewujudkan layanan kesehatan terpadu, bermutu tinggi, berkelanjutan, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan daerah,” kata Faisal.

Rumah sakit tersebut direncanakan dibangun setinggi enam lantai dengan kapasitas 250 tempat tidur serta dilengkapi berbagai layanan kesehatan modern dan SDM yang kompeten. Lokasinya berada di pusat Kota Medan dan berdekatan dengan dua rumah sakit bertaraf internasional lainnya yang belum melayani pasien BPJS Kesehatan.

Turut hadir pada pertemuan tersebut Kepala Biro Perekonomian Setda Provsu Poppy Marulita Hutagalung, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Erwin Hotmansah Harahap, Plh Bapperida Sumut Effendi Pohan, Direktur Utama Rumah Sakit Haji Medan Yulinda Elvi Nasution, Wakil Direktur Rumah Sakit Haji Medan Ridesman Nasution, Komisaris Utama PT Bank Sumut Firsal Ferial Mutyara, Direktur Utama PT Dirga Surya Ari Wibowo, Direktur Utama PPSU Ferry Indra.@

Rel/timEGINDO.com

Scroll to Top