ECB Buka Koneksi Blockchain ke Pasar Keuangan

European Central Bank (ECB)
European Central Bank (ECB)

Frankfurt | EGINDO.co – Bank Sentral Eropa (ECB) meluncurkan layanan baru pada hari Senin yang menghubungkan sistem pembayarannya dengan pasar keuangan berbasis blockchain, serta menyatakan akan menginvestasikan sebagian dananya sendiri dalam sekuritas digital.

Langkah-langkah ini mencerminkan upaya lebih luas dari bank-bank sentral untuk beradaptasi dengan meningkatnya penggunaan blockchain di sektor keuangan, di mana aset diterbitkan dan diperdagangkan menggunakan buku besar digital bersama (shared digital ledgers) alih-alih infrastruktur tradisional.

Layanan baru yang dikenal sebagai Pontes ini memungkinkan bank dan investor untuk menyelesaikan transaksi berbasis blockchain menggunakan mata uang euro yang dijamin oleh ECB, bukan menggunakan stablecoin atau bentuk uang swasta lainnya.

ECB menyatakan bahwa kelompok pengguna pertama—termasuk Deutsche Bank, Santander, dan perusahaan kliring raksasa Clearstream—telah menyelesaikan proses pendaftaran dan akan dapat menggunakan Pontes sejak awal peluncurannya.

Platform ini pada awalnya akan beroperasi antara pukul 08.00 hingga 16.00 CET (06.00-14.00 GMT) pada hari kerja dan akan memperluas layanannya seiring berjalannya waktu.

“Teknologi ini memiliki potensi untuk membuat transaksi menjadi lebih cepat dan efisien dengan menggabungkan berbagai tahapan dalam siklus hidup aset… serta memungkinkan otomatisasi,” ujar ECB.

ECB Akan Berinvestasi Pada Obligasi Berbasis Blockchain

Bank sentral tersebut juga menyatakan akan mulai menginvestasikan sebagian kecil dari dana internalnya yang bernilai €23 miliar ke dalam sekuritas berbasis blockchain, dengan fokus pada instrumen utang berperingkat tinggi dalam denominasi euro yang diterbitkan oleh lembaga publik.

Bulan lalu, anggota dewan ECB Isabel Schnabel menyatakan bahwa bank sentral sebaiknya mulai mengadopsi teknologi blockchain (*go on-chain*), dengan alasan bahwa langkah ini akan mengurangi ketergantungan pada alternatif swasta.

Bank-bank sentral lainnya juga sedang menjalankan inisiatif serupa.

Bank Nasional Swiss (Swiss National Bank) sedang menjalankan Proyek Helvetia, yang menggunakan mata uang digital grosir (*wholesale*) untuk penyelesaian transaksi sekuritas.

Bank of England sedang menguji penggunaan blockchain melalui program *Digital Securities Sandbox* miliknya.

ECB juga sedang mengembangkan euro digital untuk konsumen—antara lain untuk mengurangi ketergantungan kawasan tersebut pada kartu kredit AS—dan menargetkan peluncurannya pada tahun 2029.

Sumber : CNA/SL

Scroll to Top