Oleh: Ir. Fadmin Malau
Direktur utama (Dirut) PT Serayu Group Hasan Tjoa melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat dengan didampingi Direktur Operasional PT Serayu Group Chun Hok dan General Manajer PT Serayu Group Benediktus Dwi Arianto serta tim humas PT Serayu Group Ikhsan yang melakukan perjalanan dari Jakarta dan Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah.
Dalam kunjungan kerja tersebut Dirut PT Serayu Group Hasan Tjoa juga didampingi Toni Saritua Purba seorang ahli tanaman Padi Gogo yang juga alumni dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Bogor dan praktisi pertanian tanaman jagung Eko Suprapto dari Kediri, Provinsi Jawa Timur.
PT Serayu Group melakukan kunjungan kerja dengan tim ahli pertanian tanaman Padi Gogo dan tanaman jagung bukan tanpa alasan karena Serayu Group ingin mengembangkan tanaman Pohon Balsa dengan system tanam tumpangsari dengan tanaman palawija, jagung dan padi Gogo di Desa Cipasung, Kecamatan Lemah Sugih, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat.
Kunjungan kerja Serayu Group dengan tim ahli pertanian tanaman Padi Gogo dan tanaman jagung untuk memastikan keberhasilan penanaman Pohon Balsa dengan system tumpangsari dan melihat langsung kondisi topografi lahan, kesuburan tanah, kondisi curah hujan dan kondisi ekonomi sosial pertanian di Desa Cipasung, Kecamatan Lemah Sugih, Kabupaten Majalengka Jawa Barat.

Hal itu dinilai penting karena target yang ingin dicapai Serayu Group adalah keberhasilan tanaman Pohon Balsa dengan tumpangsari tanaman pangan dan mengangkat tingkat perekonomian masyarakat Desa Cipasung, Kecamatan Lemah Sugih, Kabupaten Majalengka dalam dunia pertanian pangan dan tanaman Pohon Balsa yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta menjaga lingkungan hidup yang baik di Kabupaten Majalengka Jawa Barat.
Direktur utama PT Serayu Group Hasan Tjoa kepada EGINDO.com pada Kamis (21/5/2026) mengatakan bahwa penanaman Pohon Balsa harus memiliki multi efek yang jelas, terukur dan teruji yakni keberhasilan penanaman Pohon Balsa dengan tumpangsari tanaman pangan akan meningkatkan perekonomian rakyat sebab Kayu Pohon Balsa memiliki nilai ekonomi yang baik dan tumpangsari dengan tanaman pangan akan meningkatkan produksi pangan di daerah penanaman Pohon Balsa.
“Kita dari Serayu Group ingin rakyat meningkat perekonomiannya dimana dengan kita menanam Pohon Balsa dengan system tumpangsari tanaman pangan maka secara otomatis produksi pangan yakni Padi Gogo dan Jagung akan meningkat. Peningkatan produksi pangan akan meningkatkan perekonomian masyarakat dimana pangan merupakan kebutuhan pokok masyarakat. Meningkat perekonomian dan kondisi lingkungan hidup semakin baik, terjaga dengan adanya penanaman Pohon Balsa,” kata Hasan Tjoa menjelaskan.
Menurutnya untuk mencapai target dari penanaman Pohon Balsa dapat meningkatkan perekonomian masyarakat maka dibutuhkan kunjungan lapangan, melihat secara langsung ke lokasi dengan mengikutkan para ahli pada bidang pertanian tanaman pangan.
“Survei, penelitian lahan, kondisi alam, topografi, sosial ekonomi masyarakat dari para ahli sangat penting dilakukan guna keberhasilan program maka itulah yang kita lakukan,” kata Hasan Tjoa tentang tim melakukan kunjungan kerja.

Setibanya Direktur utama PT Serayu Group Hasan Tjoa beserta tim rombongan Serayu Group disambut gembira oleh sejumlah tokoh masyarakat dan masyarakat setempat yang didampingi mantan Kepala Desa Lemah Sugih Hj. Neneng.
Sejumlah tokoh masyarakat yang ada di Desa Cipasung, Kecamatan Lemah Sugih, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat itu pada dasarnya menyambut baik program dari Serayu Group yang akan melakukan penanaman Pohon Balsa dengan system tumpangsari tanaman pangan.
Hal itu terlihat dari antusias dan sambutan masyarakat setempat dimana nantinya di daerah mereka akan dilakukan penanaman Pohon Balsa dengan system tumpangsari tanaman pangan. Masyarakat menyambut baik bukan tanpa alasan, masyarakat menyambut baik karena kunjungan kerja Dirut PT Serayu Group bersama tim ahli pertanian tanaman pangan dan tanaman Pohon Balsa.
Tim ahli yang ikut dalam kunjungan kerja itu dari Jakarta, Bogor, Banjarnegara dan Kediri dengan tujuan melakukan survey lahan yang akan digunakan dalam program penanaman Pohon Balsa dengan tumpangsari tanaman pangan. Daerah yang disurvey adalah satu hamparan lahan yang dinilai tim merupakan lahan subur seluas 35 hektar itu adalah milik PT Serayu Group.
Lahan seluas 35 hektar itu dinilai para tim ahli yang melakukan survey bahwa dengan tingkat kesuburan tanah yang sangat baik dan memiliki hawa dingin pada ketinggian 1000 meter dari permukaan laut (MDPL) berlokasi di Bukit Desa Cipasung, Kecamatan Lemah Sugih, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat.
“Kita ingin merealisasikan penanaman jenis Pohon Kayu Balsa dengan metode tumpangsari tanaman pangan dengan varitas unggulan Padi Gogo, Jagung, Kedelai dan jenis tanaman Palawija lainnya yang berkualitas super untuk bisa kita jadikan sebagai proyek percontohan nasional. Hal itu sesuai dengan program pemerintah tentang mengenai ketahanan pangan yang dicanangkan langsung oleh bapak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto,” kata Hasan Tjoa menambahkan.
Hasan Tjoa yakin berhasil mengingat Kecamatan Lemah Sugih juga merupakan sentra pertanian sayuran yang berkualitas tinggi seperti cabai, tomat, kol, labu, dan penghasil teh, kopi, dan tembakau. “Kecamatan Lemah Sugih juga sangat indah dan mampu berpotensi menarik para wisatawan dengan wisata alamnya yang indah dan sejuk di Kecamatan Lemah Sugi ini memiliki pemandangan alam yang indah, termasuk situs puncak cakra buana, ada air terjun, ada kebun teh Cipasung,” katanya.
Disamping itu kata Hasan Tjoa di Kecamatan Lemah Sugih juga kaya akan budaya Sunda seperti reok, pencak silat, dan calung serta kuliner khas Sunda meliputi oncom Cigale, kue pasung dan kopi khas Sugiwangi didukung fasilitas dengan dua puskesmas serta sarana pendidikan mulai dari PAUD hingga sekolah menengah atas.
Sementara itu Toni Saritua Purba seorang ahli tanaman Padi Gogo yang juga alumni dari Institut Pertanian Bogor mengatakan berdasarkan hasil survai yang dilakukannya bahwa di Desa Cipasung Majalengka lahannya cukup subur.
“Saya melihat dari hasil survei sebenarnya ya. Kita lihat lahan di sini sangat subur ya. Saya lihat tanaman jagung juga tumbuh ya. Ini baru ditanam. Kita rencanakan akan ada demplot untuk uji tanam. Kita uji tanaman varitas IPB 9 Garuda untuk varitas tanaman Padi Gogo yang dapat dipanen kering tiga bulan sudah panen. Nah, kalau saya lihat sekilas ketinggian kurang lebih hampir 1000 meter dari permukaan laut,” katan Toni Saritua Purba.

Diakuinya, pihaknya sudah pernah menanam Padi Gogo pada ketinggian di atas 1600 meter dari permukaan laut dan itu bisa berhasil baik. “Jadi dari sisi topografi ini layak untuk ditanami Padi Gogo. Tinggal nanti kita lihat apa untuk tanaman pokoknya. Nah, kalau saya lihat dari topografinya kondisi lahan harus kita tanam pohon agar tidak terbuka sekali. Kita harus kembali kepada lingkungan ya. Jangan terbuka begini. Jadi tumpangsari nanti Padi Gogo, bisa juga Jagung dengan tanaman Pohon Balsa,” kata Purba menegaskan.
Dijelaskannya dalam melakukan penanaman selalu dengan konsepnya harus kembali kepada ekologis. Ada penanaman pohon plus tumpangsari sehingga ekosistem terjaga dengan baik. Toni Saritua Purba mengatakan menurut Dirut Serayu Group Hasan Tjoa ada sekitar 35 hektar.
“Ini sangat strategis dan jaraknya juga mudah ya dari Tol Kertajati akses jalannya sangat mudah dan di depan juga jalan raya. Saya perhatikan masih banyak memang lahan-lahan yang belum digarap, belum ditanam dan terbuka lahannya maka kita akan tanami sehingga dapat membangun perekonomian masyarakat yang ada di sini dan pemerintah juga fokus kepada pangan bagaimana produksi beras ini bisa diproduksi di dalam negeri. Ya, itu saya pikir, Bang,” katanya menjelaskan.
Diakui Toni Saritua Purba bahwa belum mengetahui data berapa jumlah penduduk di daerah tersebut dan bagaimana mereka mendapatkan beras. “Kalau saya lihat dari sawah yang ada masih bisa ditingkatkan lagi. Harapan kita bagaimana masyarakat desa di sini bisa memproduksi beras tidak perlu lagi membeli dari tempat lain. Jadi ada kemandirian pangan termasuk juga ini ada ekonomi. Kalau misalnya 4 ton saja kalikan ke 6,5 itu bisa 6 juta rupiah. Itu kan bisa untuk membangun ekonomi masyarakat di sini,” ujarnya.
Toni Saritua Purba berkeinginan Desa Cipasung Majalengka bisa mandiri dalam hal pangan, jadi dengan luas area lebih kurang 35 hektar dapat menjadi penanaman Pohon Balsa dengan system tumpangsari Padi Gogo dapat sebagai percontohan yang dapat dilihat yang lebih dekat pada daerah penanaman yang telah dilakukan Serayu Group pada 15 daerah Provinsi di Indonesia.@
***