DSSA Proyeksikan Penetrasi fixed broadband di Indonesia Capai 50 Persen hingga 2034

Manajemen MyRepublic, perusahaan penyedia layanan internet berbasis fiber optik di Indonesia
Manajemen MyRepublic, perusahaan penyedia layanan internet berbasis fiber optik. (Foto: dok DSSA)

Jakarta | EGINDO.com – PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) memproyeksikan penetrasi fixed broadband di Indonesia akan mencapai 50% hingga 2034. DSSA juga akan membidik pertumbuhan agresif di sektor infrastruktur digital dengan melipatgandakan pangsa pasar fixed broadband (FBB) sampai 2034.

Hal itu terungkap dalam perencanaan strategi terbaru perusahaan dimana angka tersebut mencerminkan lonjakan kebutuhan akses internet perumahan yang diperkirakan bakal menyentuh 39 juta rumah tangga secara nasional.

Dalam siaran pers resmi DSSA yang dikutip EGINDO.com pada Kamis (23/4/2026) menulis “DSSA berada pada posisi strategis sebagai enabler sekaligus beneficiary dari pertumbuhan adopsi AI (Artificial Intelligence) di Indonesia, yang mana fondasi utamanya adalah infrastruktur konektivitas digital yang merata,” tulis dalam siaran pers resmi itu.

Optimisme DSSA terhadap target di 2034 juga didukung oleh perubahan struktural pada perilaku konsumen. Laporan perusahaan menyebutkan bahwa efisiensi biaya penggelaran kabel (fiber rollout) saat ini lebih optimal seiring meningkatnya kepadatan penduduk di pusat-pusat perkotaan. Di sisi lain, munculnya kelas menengah baru mendorong permintaan terhadap koneksi internet yang lebih stabil dibandingkan layanan seluler, yang kemudian direspon oleh penyedia layanan lewat peningkatan investasi infrastruktur secara masif.

Untuk mengejar target ambisius tersebut, DSSA mengandalkan MyRepublic sebagai motor pertumbuhan utama. Hingga saat ini, MyRepublic telah menjangkau lebih dari 70 kota dengan cakupan lebih dari 9 juta homepasses. Perusahaan juga tengah memperkuat sinergi aset melalui konsolidasi dengan PT Mora Telematika Indonesia Tbk (Mora) yang menghasilkan kombinasi infrastruktur hingga 11,5 juta homepasses dan 2,1 juta pelanggan.

Melengkapi ekosistem digitalnya, DSSA juga mengoperasikan fasilitas Data Center Tier IV di pusat bisnis (CBD) Jakarta. Fasilitas dengan standar keandalan tertinggi ini disiapkan untuk menangkap lonjakan permintaan layanan cloud dan kebutuhan korporasi atau enterprise akan penyimpanan data yang aman dengan toleransi downtime hampir nol. Optimisme ini didorong oleh pergeseran perilaku konsumen yang mulai memprioritaskan stabilitas koneksi fiber-to-the-home (FTTH) dibandingkan layanan seluler konvensional.

Selain itu, pesatnya urbanisasi di Indonesia memungkinkan penggelaran jaringan serat optik menjadi lebih efisien secara biaya di area padat penduduk. Ekspansi kabel optik, perusahaan juga menyiapkan strategi Fixed Wireless Access (MyRepublic Air) yang memanfaatkan spektrum 1,4 GHz untuk menjangkau wilayah yang belum terlayani (unserved regions) di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara.@

Rel/bs/fd/timEGINDO.com

Scroll to Top