Dr. Rusli Tan Apresiasi Ditangkapnya Mantan Kepala BGN, Tidak Yakin Terbongkar Tuntas

Dr. Rusli Tan, SH, MM
Dr. Rusli Tan, SH, MM

Jakarta | EGINDO.com – Penangkapan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, bersama dua mantan wakilnya, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) satu langkah tepat untuk menangani pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai banyak pihak tidak baik dan besar aroma korupsinya.

Hal itu dikatakan pengamat sosial, ekonomi kemasyarakatan Dr. Rusli Tan, SH, MM kepada EGINDO.com pada Sabtu (6/6/2026) via seluler di Jakarta pasca ditangkapnya mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, bersama dua mantan wakilnya, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, oleh Kejaksaan Agung.

Menurutnya ditangkapnya mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) memicu spektrum komentar yang luas, mulai dari kemarahan mendalam, sindiran satir, hingga apresiasi terhadap ditangkapnya karena selama ini publik telah menduga banyak penyimpangan dalam pelaksanaan program MBG tersebut.

Rusli Tan secara terbuka menyampaikan apresiasi mendalam karena program krusial penuntasan stunting dan pemenuhan gizi anak bangsa berhasil diselamatkan dari praktik korupsi masif jajaran pimpinan lama. “Masyarakat juga secara umu bersyukur dan lega dari atas penyelamatan hak gizi anak-anak. Masyarakat, khususnya para orang tua dan guru, mengaku sangat bersyukur karena borok tata kelola di internal BGN berhasil dibongkar sejak awal,” kata Rusli Tan.

Namun, Rusli Tan mengaku kurang yakin dengan ditangkapnya Kepala BGN beserta dua wakilnya akan terbongkar kasusnya secara tuntas. “Saya yakin tidak tersentuh pihak pihak tertentu sehingga kasusnya tidak terbongkar secara tuntas,” kata Rusli Tan menambahkan.

Namun demikian, dinilainya dengan ditangkapnya pimpinan BGN dapat dilakukan penyelamatan anggaran dimana ada ratusan triliun untuk Program Makan Bergizi Gratis yang dijadikan “bancakan” oleh para koruptor.

“Dari awal ada MBG, saya berulangkali mengatakan dananya diserahkan saja kepada orangtua siswa, karena bapak ibunya yang tahu persis untuk makan dan gizi anaknya. Bila itu dilakukan maka tidak muncul bancakan untuk korupsi. Dari awal sudah saya katakana akan tetapi tetap saja membangun dapur MBG yang akhirnya dikorupsi,” kata Rusli Tan kesal.

Harapannya kalau juga mau diteruskan program MBG itu, harusnya dananya langsung diberikan kepada orangtua siswa melalui data dari sekolah, karena semua data orangtua siswa ada di sekolah termasuk nomor rekening para orangtua siswa karena dalam berbayar uang sekolah kini orangtua sudah mentransfer ke rekening sekolah.

Disamping itu juga bisa dilakukan pemberdayaan kantin sekolah. “Dari awal sudah kita katakan pakai kantin sekolah saja, jangan membangun dapur MBG yang baru tetapi yang dilakukan tetap saja membangun dapur MBG yang baru pada banyak titik. Kini Kepala Badan Gizi Nasional yang baru berwacana mau memberdayakan kantin sekolah. Kita lihat saja nanti bagaimana hasilnya,” katanya menegaskan.@

Fd/timEGINDO.com

Scroll to Top