Jakarta|EGINDO.co Komisi XI DPR RI menetapkan Thomas A.M. Djiwandono sebagai calon Deputi Gubernur Bank Indonesia untuk mengisi jabatan yang ditinggalkan Juda Agung. Keputusan tersebut dihasilkan melalui pembahasan internal di Komisi XI dan akan dibawa ke Sidang Paripurna DPR guna memperoleh pengesahan pada 27 Januari 2026.
Ketua Komisi XI DPR, Misbakhun, mengungkapkan bahwa penunjukan Thomas didasarkan pada pertimbangan politik dan teknokratis. Dari sisi politik, Thomas dinilai mampu menjembatani kepentingan berbagai fraksi di parlemen. Sementara dari aspek kebijakan, ia dipandang memiliki pemahaman yang kuat mengenai perlunya keterpaduan antara kebijakan fiskal dan moneter sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Dalam proses uji kelayakan dan kepatutan, Thomas menyoroti pentingnya respons kebijakan yang cepat dan adaptif di tengah perubahan ekonomi global. Ia juga menekankan bahwa koordinasi yang solid antara pemerintah dan bank sentral menjadi kunci agar kebijakan stabilisasi dan stimulus ekonomi dapat berjalan efektif dan saling memperkuat.
Meski memiliki hubungan keluarga dengan Presiden Prabowo Subianto, DPR menilai Thomas mampu menunjukkan independensi dan profesionalisme. Menurut Misbakhun, paparan Thomas selama proses seleksi disampaikan secara sistematis, dengan argumen kebijakan yang dinilai relevan dengan tantangan Bank Indonesia ke depan.
Adapun keterbatasan pengalaman Thomas di bidang moneter tidak dianggap sebagai hambatan utama. DPR justru melihat latar belakangnya sebagai Wakil Menteri Keuangan sebagai keunggulan tersendiri, terutama dalam konteks mempererat koordinasi fiskal–moneter. Sinergi tersebut dinilai semakin penting di tengah kebutuhan menjaga stabilitas inflasi, nilai tukar, serta kesinambungan pembiayaan pembangunan.
Sejalan dengan itu, Bisnis Indonesia sebelumnya menilai bahwa keberhasilan kebijakan ekonomi nasional sangat ditentukan oleh harmonisasi langkah Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia, terutama dalam menghadapi tekanan eksternal dan volatilitas pasar keuangan. Pandangan serupa juga pernah disampaikan Kompas, yang menekankan bahwa pengalaman pejabat dengan latar belakang fiskal dapat memperkuat komunikasi kebijakan di level otoritas ekonomi.
Dengan agenda pengesahan yang telah dijadwalkan, Thomas A.M. Djiwandono berpeluang segera resmi menjabat sebagai Deputi Gubernur BI. Kehadirannya diharapkan dapat memperkuat bauran kebijakan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi sekaligus mendukung agenda pertumbuhan ekonomi nasional. (Sn)