Jakarta|EGINDO.co Komisi XI DPR RI memberikan perhatian serius terhadap tata kelola pasar saham nasional menyusul sorotan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI). Isu utama yang disorot adalah kebijakan free float minimal 15 persen yang dinilai krusial untuk menekan konsentrasi kepemilikan saham serta memperkuat perlindungan bagi investor ritel yang terus bertambah.
Anggota Komisi XI DPR RI, Anna Mu’awanah, menegaskan bahwa kritik dari MSCI harus dijadikan momentum pembuktian komitmen reformasi pasar modal. Dalam keterangan pers yang disampaikan di Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026, Anna menekankan delapan rencana aksi reformasi integritas pasar modal yang telah disiapkan pemerintah wajib dijalankan secara konkret, bukan sekadar menjadi wacana kebijakan. Menurutnya, negara memiliki kewajiban memastikan pasar saham berjalan transparan, adil, dan berintegritas agar investor kecil tidak dirugikan.
Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga sekitar delapan persen yang sempat memicu penghentian sementara perdagangan merupakan reaksi pasar yang berlebihan. Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026. Ia optimistis tekanan di pasar saham bersifat sementara dan IHSG akan kembali stabil seiring kuatnya fundamental ekonomi Indonesia.
Purbaya menegaskan pemerintah terus memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia, sekaligus memperbaiki iklim investasi dan sistem penerimaan negara. Pemerintah juga telah berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menuntaskan pembenahan tata kelola pasar modal dengan target rampung pada Mei 2026.
Sejumlah pengamat pasar, seperti dikutip Bloomberg dan Reuters, menilai langkah pengetatan aturan free float serta peningkatan transparansi berpotensi memperbaiki kepercayaan investor dalam jangka menengah. Dengan dorongan reformasi dari parlemen dan komitmen pemerintah, pasar modal Indonesia diharapkan menjadi lebih sehat, inklusif, dan berdaya saing di tingkat global. (Sn)