Dorong Daya Saing Global, Pemkab Cirebon Genjot Pelatihan Kerja ke Jepang lewat Program “From Zero to Hero”

Ilustrasi
Ilustrasi

Cirebon|EGINDO.co Pemerintah Kabupaten Cirebon terus menunjukkan komitmen serius dalam menggenjot kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal agar mampu menembus pasar tenaga kerja global. Melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker), pemkab setempat menggeber implementasi Program Pelatihan Bahasa dan Budaya Jepang bertajuk “From Zero to Hero” Batch II Tahun 2026.

Langkah strategis ini dinilai krusial tidak hanya untuk membekali tenaga kerja agar cakap secara bahasa, tetapi juga guna menanamkan standar etos kerja tinggi ala industri Negeri Sakura. Berdasarkan laporan dari ANTARA News Jawa Barat, program ini menargetkan penyiapan tenaga kerja kompeten yang diproyeksikan untuk mengisi sektor manufaktur dengan kontrak kerja awal selama tiga tahun.

“Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi jembatan bagi masyarakat Kabupaten Cirebon untuk meningkatkan daya saing, sekaligus memperkuat hubungan kerja sama internasional,” ujar Bupati Cirebon, Imron, dalam keterangannya, Senin (10/8/2026).

Antusiasme Publik Tinggi, Saring Kandidat Berkualitas

Animo masyarakat terhadap program penempatan tenaga kerja internasional ini tercatat sangat luar biasa. Berdasarkan data dari Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Cirebon, dari total sekitar 1.400 pendaftar awal pada gelombang ini, pihak Disnaker melakukan proses kurasi ketat.

Proses seleksi dirancang secara transparan dan bertahap—mulai dari verifikasi kependudukan, pemeriksaan kesehatan, hingga tes minat dan komitmen. Para peserta terpilih nantinya tidak sekadar belajar percakapan dasar, melainkan digembleng secara komprehensif mengenai kedisiplinan, pola pikir (mindset), serta kebudayaan profesional yang berlaku di Jepang.

Sinergi Lintas Sektor dan Prospek Ekonomi Jangka Panjang

Dari sudut pandang ekonomi makro, program pengiriman tenaga kerja ke luar negeri memberikan multiplier effect yang positif bagi perekonomian daerah. Selain mengentaskan persoalan pengangguran terbuka bagi lulusan baru (fresh graduate) dan pencari kerja lokal, keberadaan tenaga kerja migran yang terlatih di luar negeri diyakini mampu mendongkrak kesejahteraan keluarga melalui remitansi, sekaligus membawa pulang keahlian teknis tingkat tinggi (transfer of knowledge).

Sebagaimana dilansir melalui kanal pemberitaan Media Cirebon, program ini juga didukung oleh skema fasilitas dan kolaborasi erat bersama lembaga pelatihan mitra terpercaya untuk meringankan beban finansial awal peserta. Dengan adanya pembekalan terpusat ini, angkatan kerja Cirebon diharapkan tidak lagi menjadi penonton di rumah sendiri, melainkan aktor aktif yang siap bersaing secara terhormat di kancah internasional. (Sn)

Scroll to Top