Dirut Serayu Group Hasan Tjoa: Menanam Pohon Sebuah Ibadah yang Paling Nyata di Dunia

Dirut PT. Serayu Group Hasan Tjoa (tengah) bersama investor dan bupati Tulang Bawang Lampung
Dirut PT. Serayu Group Hasan Tjoa (tengah) bersama investor dan bupati Tulang Bawang Lampung

Medan | EGINDO.com – Menanam pohon itu adalah sebuah ibadah yang paling nyata di dunia karena ketika menanam pohon dan pohon itu tumbuh subur dan besae maka pohon tersebut bisa mengatasi banjir, mengatasi angin, mencegah tanah longsor dan terjadinya pemanasan bumi.

Hal itu dipaparkan Direktur utama (Dirut) PT. Serayu Group Hasan Tjoa ketika berlangsung rapat teknis tentang penanaman Pohon kayu Balsa bersama Bupati Tulang Bawang dan jajarannya di Kbupaten Tulang Bawang Provinsi Lampung.

Untuk itu katanya dalam penanaman Pohon kayu Balsa di Kabupaten Tulang Bawang yang akan dilakukan PT. Serayu Group nantinya bersama masyarakat akan membina kelompok tani dan kepada kelompok tani yang dibina itu Serayu Group akan menyampaikan kepada kelompok tani bahwa pekerjaan menanam pohon adalah pekerjaan mulia.

“Menanam pohon itu adalah sebuah ibadah yang paling nyata di dunia ini. Kita dari Serayu Group akan menyampaikan ibadah yang paling nyata itu menanam pohon, pahalanya terus mengalir kepada yang menanam pohon. Bila kita menanam pohon maka kedepannya kita tidak akan kekurangan air dan bila air tersedia di bumi maka dapat mengatasi pemanasan bumi. Bila bumi bumi kita ini semakin panas maka tentunya akan kekurangan air dan bila air kurang akan menghambat produksi tanaman pangan,” kata Hasan Tjoa menjelaskan.

Hasan Tjoa yang dikenal sebagai pakar penanaman pohon itu mengatakan berdasarkan hasil riset satu hari satu pohon bisa menyimpan 40 L air per 24 jam. “Kami dari PT.Serayu Group telah melakukan riset tentang pohon dalam menyimpan air. Berdasarkan hasil riset sebuah pohon dengan ketinggian 10 meter, diameter 15 meter, maka satu pohon itu bisa menyimpan 40 liter air per 24 jam. Jadi satu hari satu pohon bisa menyimpan 40 liter air per 24 jam. Ini sudah diriset dan sudah diakui secara internasional,” katanya menjelaskan.

Tim Serayu Group bersama investor dan Pemkab Tulang Bawang melakukan peninjaun lahan yang akan ditanam dengan Pohon Balsa dan tanaman pangan

Kehadiran investor di Tulang Bawang patut disambut baik dan diapresiasi karena Tulang Bawang nantinya menjadi percontohan perdana untuk Indonesia yang mana pemerintah Indonesia mencandangkan swasembada pangan dan lingkungan hijau. Apa yang akan dilakukan adalah sangat sejalan dengan program nasional.

“Kita dari Serayu Group sudah riset. Pertama sekali tanam pohon harus dilakukan tumpang sari. Hal itu sejalan dengan pertumbuhan pohon karena pohon yang ditanam dengan tanaman tumpang sari dalam pertumbuhannya akan lebih besar karena hasil tumpang sari makanan pangan yang tidak terserap pada waktu musim hujan maka sari makanan turun di bawah tanaman pohon dan diserap akar tanaman sehingga Pohon yang ditanam tumbuh kayu lebih besar,” katanya.

Menurut Hasan Tjoa dengan tanaman tumpang sari maka lebih menguntungkan. Hasil riset yang telah dilakukan Serayu Group dalam 2 tahun atau paling lama selama 3 tahun pohon yang ditanam sudah bisa produksi dengan ukuran 15 sampai 20 diameter besar pohon tanaman kayu.

Serayu Group kata Hasan Tjoa ingin mengajak masyarakat untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan sehingga investor mau datang menanamkan modalnya untuk pembangunan di Tulang Bawang. Untuk menciptakan keamanan itu kesejahteraan perlu diciptakan dan dari itu kepada kelompok tani mari bekerja sama dan bekerja keras.

Hasan Tjoa mengatakan pihaknya mempunyai konsep kepada kelompok tani binaan yakni pertama harus sekolahkan anak cucunya setinggi mungkin karena kini telah memasuki industri 4.0 menuju industri 5.0. Semua sudah pakai teknologi dan menjadi tantangan dalam penyerapan lapangan kerja.

“Jadi dengan sistem menanam pohon kayu Balsa dengan tumpang sari pangan akan mendatangkan hasil yang baik dan dari penghasilan itu kelompok tani dapat menyekolahkan anak mereka ke sekolah yang lebih tinggi. Bila sudah berpendidikan baik maka kedepannya diantara anak kelompok tani itu bisa saja jadi presiden, menteri, pejabat negara, pelaku usaha di agro industri dan lainnya,” katanya.

Hasan Tjoa menilai daerah Tulang Bawang Provinsi Lampung sangat baik untuk industri dan agriindustri dengan penanaman Pohon kayu Balsa dan tumpang sari dengan tanaman pangan karena topografinya cocok yakni terutama iklim yang sangat bagus, tingkat kesuburan tanah baik sehingga dapat menanam tanaman pangan sepanjang tahun.

“Sayang, kita masih sampai detik ini masih impor pangan. Jadi kita sampaikan kepada kelompok tani kami harus meningkatkan kinerja yang lebih baik karena alam sangat mendukung maka kita dapat swasembada pangan,” kata Hasan Tjoa optimis.

Dia mengajak untuk fokus ke agriindustri dan agroindustri yaitu fokus kepada penanaman Pohon kayu Balsa dan tanaman pangan untuk mencapai kesejahteraan. Hasan Tjoa mengatakan pihaknya telah melakukan hal itu di Kabupaten Banjarnegara di Jawa Tengah. “Sudah kami lakukan di Kabupaten Banjarnegara di Jawa Tengah, kabupaten Termiskin pada tahun 1999. Hotel saja tidak ada, hanya ada hotel melati. Namun, tahun 2010 terjadi perubahan yang sangat signifikan, berdiri ada hotel bintang lima dan dua tahun kemudian ada mall. Hal itu karena masuknya investor ke daerah tersebut menanamkan modalnya,” katanya.

Hasan Tjoa berharap mudah-mudahan dengan kehadiran investor dapat merangsang industri-industri lainnya untuk masuk. “Saya memberikan contoh industri pertama tahun 1999 hanya PT Serayu Makmur Kayu Indo di Kabupaten Banjarnegara. Namun, kini sudah banyak, sudah ada lebih kurang 40 industri di sana. Jadi taraf hidup rakyat meningkat, kemudian pendapatan dan daya beli ada, pelaku usaha akan melirik. Oh, ini kabupaten bagus,” kata Hasan Tjoa memotivasi.

Diharapkannya dengan masuknya investor ke Kabupaten Tulang Bawang Lampung dengan kehadiran industri selaku pendamping dari Serayu Group rakyat akan menuju kesuksesan.

Meningkat taraf hidupnya, lapangan kerja terpenuhi, pendapatan daerah juga akan meningkat dan bisa menjadi percontohan supaya dapat menarik investor-investor di bidang lainnya bahwasanya di Kabupaten Tulang Bawang aman dan nyaman untuk berinvestasi.@

Fd/timEGINDO.com

Scroll to Top