Diplomasi Global Prabowo: Dari Tanah Suci hingga Panggung Dunia

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis, Emmanuel Macron saat menghadiri perayaan Hari Bastille di Paris, Prancis pada Senin (14/7/2025)
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis, Emmanuel Macron saat menghadiri perayaan Hari Bastille di Paris, Prancis pada Senin (14/7/2025)

Jakarta|EGINDO.co Presiden RI Prabowo Subianto menuntaskan lawatan luar negerinya selama dua pekan dengan sejumlah capaian penting dalam hubungan bilateral dan multilateral. Mulai dari pertemuan dengan Putra Mahkota Arab Saudi, hadir sebagai tamu kehormatan dalam perayaan Hari Bastille di Prancis, pengesahan kesepakatan dagang strategis dengan Uni Eropa, hingga penerimaan hangat dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS di Brasil.

Arab Saudi: Pembangunan Kampung Indonesia Disepakati

Kunjungan Prabowo ke Arab Saudi menghasilkan kesepakatan yang sangat dinanti oleh jutaan jemaah haji Indonesia. Dalam pertemuannya dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman di Jeddah, keduanya menyetujui pembangunan Indonesia Village atau Kampung Haji, yang akan berlokasi hanya 400 meter dari Masjidil Haram.

Kepala BKPM, Rosan P. Roeslani, menyampaikan bahwa lokasi strategis tersebut akan menjadi pusat pelayanan bagi jemaah haji Indonesia di Tanah Suci. Menteri Agama Nasaruddin Umar turut mendampingi dan menekankan bahwa langkah ini akan meningkatkan kualitas pelayanan serta mempererat hubungan RI-Arab Saudi.

“Ini menjadi momen penting dalam diplomasi pelayanan haji kita. Kampung ini akan menjadi simbol kehadiran Indonesia yang kuat di Mekkah,” ujar Menag Nasaruddin, dikutip dari Antara, Minggu (13/7/2025).

Brasil: Indonesia Diterima Resmi sebagai Anggota Tetap BRICS

Dari Arab Saudi, Presiden Prabowo melanjutkan perjalanannya ke Brasil untuk menghadiri KTT BRICS 2025. Di sana, ia disambut hangat oleh Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva, yang menyambut keanggotaan tetap Indonesia dalam aliansi ekonomi BRICS.

“Indonesia adalah sahabat lama kami yang telah memainkan peran penting dalam perjuangan negara-negara Selatan Global,” ujar Lula, seraya menyinggung semangat Konferensi Asia-Afrika 1955 di Bandung. Ia juga memuji pidato Presiden Prabowo yang menekankan pentingnya supremasi hukum internasional dan penyelesaian konflik melalui dialog.

Lula secara khusus mengapresiasi kebijakan makan bergizi gratis untuk anak sekolah dan ibu hamil di Indonesia. Program ini, kata dia, sejalan dengan Global Alliance Against Hunger and Poverty yang digagas Brasil selama Presidensinya di G20.

Belgia: Perjanjian IEU-CEPA Akhirnya Disepakati

Kunjungan Prabowo ke markas besar Uni Eropa di Brussel menjadi momen penentu dalam hubungan dagang Indonesia-Eropa. Dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, keduanya secara resmi menyepakati Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

Kesepakatan ini menandai akhir dari proses negosiasi selama satu dekade dan membuka jalan bagi liberalisasi perdagangan antara kedua pihak. “Setelah 10 tahun negosiasi, kami akhirnya menyelesaikan perjanjian ini,” kata Prabowo, seperti dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Mengutip Kompas, IEU-CEPA akan mencakup penghapusan tarif impor dan kerja sama dalam bidang ketenagakerjaan, standar lingkungan, serta perlindungan hak kekayaan intelektual. Produk ekspor utama Indonesia ke Eropa antara lain adalah minyak kelapa sawit, bijih tembaga, produk oleokimia, dan produk berbasis karet.

Visa Schengen Kini Lebih Mudah bagi WNI

Dalam konferensi pers bersama, von der Leyen juga mengumumkan pelonggaran kebijakan visa untuk warga negara Indonesia. Mereka yang sudah pernah mengunjungi Eropa sebelumnya kini bisa mengajukan Visa Schengen multi-entry, yang berlaku hingga beberapa tahun untuk kunjungan bisnis, wisata, atau pendidikan maksimal 90 hari per periode kunjungan.

“Kebijakan ini adalah jembatan antara masyarakat kita,” kata von der Leyen, menegaskan bahwa keterbukaan terhadap Indonesia akan mendorong hubungan yang lebih erat dalam berbagai bidang.

Prancis: Tamu Kehormatan dalam Hari Bastille

Mengakhiri kunjungannya, Prabowo hadir dalam peringatan Hari Bastille di Paris sebagai tamu kehormatan. Ia duduk sejajar dengan Presiden Emmanuel Macron dalam parade militer tahunan yang memperingati peristiwa revolusioner penyerbuan Penjara Bastille pada 1789.

Presiden Macron bahkan menjamu Prabowo dalam makan malam kenegaraan yang hangat. Kehadiran Prabowo dalam momen penting sejarah Prancis ini menjadi simbol kuat penguatan hubungan strategis kedua negara.

Kesimpulan: Indonesia Aktif Bentuk Tatanan Global Baru

Dari Mekkah ke Paris, dari Brussel ke Brasilia, Presiden Prabowo tampil sebagai wajah diplomasi aktif Indonesia di pentas global. Kesepakatan konkret dan penerimaan hangat dari para pemimpin dunia menandai keseriusan Indonesia dalam membangun tatanan internasional yang lebih adil, inklusif, dan kolaboratif.

Sumber: Bisnis.com/Sn

Scroll to Top