Medan | EGINDO.com – Dipicu pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang menyebut stok BBM nasional diperkirakan hanya mampu mencukupi kebutuhan sekitar 21 hari ke depan, warga Medan Provinsi Sumatera Utara menyerbu SPBU.
Kepanikan mulai melanda masyarakat Kota Medan terkait isu keterbatasan stok bahan bakar minyak (BBM). Ratusan warga dilaporkan menyerbu sejumlah SPBU sejak Kamis (5/3/2026) hingga Selasa (10/3/2026) untuk mengisi tangki kendaraan hingga menimbun persediaan BBM.
Aksi panic buying itu disamping pernyataan Menteri ESDM diperparah oleh meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang berdampak pada penutupan jalur pelayaran minyak dunia di Selat Hormuz.
Pengamatan EGINDO.com di lapangan dalam beberapa hari terkhir terus menunjukkan antrean panjang kendaraan terjadi pada sejumlah SPBU di Kota Medan. Terlihat warga berbondong-bondong datang untuk mengisi BBM maupun menambah cadangan. Hampir semua SPBU yang terlihat dipadati antrean.
Antrean paling mencolok terlihat di SPBU dimana barisan kendaraan bahkan mengular hingga ke badan jalan raya dan mencapai ratusan meter yang membuat kemacetan di ruas jalan. Situasi tersebut memicu kemacetan pada sejumlah titik dan menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat akan potensi kelangkaan BBM jika konflik global terus memanas.@
Bs/timEGINDO.com