Medan | EGINDO.com – Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes), dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan sekitar 30 persen atau kurang lebih 65 juta penduduk Indonesia mengalami hipertensi.
Hal itu diungkapkan dr Siti Nadia Tarmizi dalam Webinar dalam rangka Hari Gizi Nasional ke-66 tahun 2026 melalui YouTube Direktorat Pelayanan Kesehatan Keluarga yang dilansir EGINDO.com pada Minggu (8/2/2026).
Disebutkan Tingginya angka tersebut tidak lepas dari pola hidup yang kurang sehat, termasuk kebiasaan mengonsumsi makanan dengan kadar garam yang tinggi. Katanya garam sangat erat kaitannya dengan penyakit hipertensi.
Menurutnya, kebiasaan mengonsumsi makanan dengan kadar garam tinggi kerap terjadi tanpa disadari, terutama dari makanan yang dibeli di luar rumah. Ia menuturkan, garam merupakan zat yang membuat tubuh beradaptasi jika dikonsumsi terus-menerus. Akibatnya, lidah akan terbiasa dengan rasa yang semakin kuat, sehingga ketika asupannya dikurangi, makanan justru terasa hambar. Kebiasaan ini juga terlihat dari praktik menambahkan garam di meja makan.
Dikatakannya maka kenapa seringkali di meja-meja (restoran) suka ditambahin garam, karena katanya standar antara koki yang masak sama lidah kita beda. Padahal itu artinya kita mungkin sudah mengkonsumsi garam yang berlebihan.
Dijelaskannya kebiasaan masyarakat Indonesia yang gemar mengonsumsi makanan tinggi garam, seperti ikan asin. Meski demikian, ikan asin tidak sepenuhnya harus dihindari. Yang perlu diperhatikan adalah cara pengolahannya agar kadar garam dapat ditekan. Disarankannya ikan asin sebaiknya dicuci atau direndam terlebih dahulu sebelum diolah, sehingga kandungan garamnya berkurang. Selain itu, proses memasak juga dianjurkan tidak lagi menggunakan tambahan garam dalam jumlah berlebihan.@
Bs/timEGINDO.com