Diperketat, Inggris Beri Bantuan Keuangan Untuk Bandara

inggeris
Pemerintah Inggeris

London, | EGINDO.co  – Pemerintah Inggris mengatakan bahwa mereka akan memberikan bantuan keuangan ke bandara sebelum akhir Maret. Keputusan itu muncul setelah industri meminta dukungan karena aturan COVID-19 yang lebih ketat untuk wisatawan internasional. Aturan itu akan dimulai pada hari Senin.

Menteri Penerbangan Robert Courts mengatakan pemerintah akan meluncurkan program dukungan baru bulan ini. “Skema Dukungan Operasi Bandara dan Darat akan membantu bandara mengurangi biaya mereka dan kami akan memberikan hibah sebelum akhir tahun,” ia mengumumkan di media sosial, menambahkan bahwa rincian lebih lanjut akan segera menyusul.

Mulai pukul 04.00 waktu setempat pada hari Senin, semua wisatawan ke Inggris harus memiliki hasil tes COVID-19 negatif yang terbaru dan bersiap untuk karantina di rumah selama 10 hari setelah kedatangan. Penguncian Inggris saat ini melarang sebagian besar perjalanan internasional, yang berarti bahwa jadwal maskapai penerbangan saat ini minim. Pengurangan perjalanan bebas karantina akan menjadi pukulan lebih lanjut bagi industri.

Pembatasan terbaru itu sebagian dipicu oleh gelombang ketiga penyakit yang telah menyebabkan rekor kematian harian di Inggris, serta kekhawatiran tentang varian baru virus corona yang ditemukan di Brazil. Bandara terbesar kedua di London, Gatwick, mengatakan dukungan itu akan membantu mempertahankan pekerjaan pada saat jumlah penumpang mengalami penurunan yang besar. Karen Dee, kepala eksekutif Asosiasi Operator Bandara Inggris, mengatakan pemerintah perlu memberikan bantuan tambahan termasuk pembebasan sementara dari pajak properti lokal.

Sementara itu, bantuan dari biaya regulasi, kepolisian, dan kendali lalu lintas udara akan membantu, tambahnya. Tim Alderslade, kepala eksekutif badan industri Airlines Inggris, menyerukan rencana untuk melonggarkan aturan perjalanan menjelang Paskah, sebelum puncak liburan musim semi dan musim panas. “Maskapai penerbangan telah bertahan dalam bisnis dengan berutang miliaran pound yang harus dibayar kembali,” [email protected]

rtr/ant/TimEGINDO.co